Berita

Ustaz Evie Efendi Ditetapkan Tersangka Kasus KDRT Anak Kandung

SATUJABAR, BANDUNG–Polisi menetapkan Ustaz Evie Efendi sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak kandungnya. Ustaz Evie ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Penetapan Ustaz Evie Efendi sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak kandungnya, dilakukan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung. Ustaz Evie ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya yang masih memiliki hubungan keluarga.

“Jadi, untuk perkara kasus KRDT, kami sudah menetapkan yang bersangkutan (Ustaz Evie Efendi) sebagai tersangka. Ditetapkan tersangka bersama tiga orang lainnya,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, kepada wartawan, di Mapolrestabes Bandung, Jum’at (05/12/2025).

Anton mengatakan, meski sudah ditetapkan tersangka, Ustaz Evie tidak ditahan. Ustaz Evie telah dipanggil penyidik, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Mapolrestabes Bandung, pekan depan.

“Penyidik sudah melayangkan surat panggilan. Dipanggil untuk menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung, sebagai tersangka, pekan depan, dijadwalkan Selasa atau Rabu,” kata Anton.

Ustaz Evie bersama tiga tersangka lainnya, dijerat Undang-Undang KDRT. Undang-Undang KDRT sesuai laporan polisi (LP) yang dituduhkan oleh anak kandungnya.

Anton mengungkapkan, Ustaz Evie berjanji untuk memenuhi panggilan penyidik dan bersikap kooperatif. Jika tidak hadir, maka dilakukan panggilan kedua, sebelum dijemput paksa jika tetap mangkir tanpa memberikan alasan ketidakhadirannya.

Sebelumnya, kasus KDRT dilakukan tersangka Ustaz Evie terhadap anak kandungnya, dinaikkan dari proses penyelidikan ke penyidikan, pada 10 September 2025. Kasus KDRT dilaporkan ke Polrestabes Bandung oleh anak kandungnya, berinisial, NAS, berdasarkan laporan polisi (LP) dengan Nomor LP/B/985/VII/2025/SPKT/Polrestabes Bandung/Polda Jawa Barat.

Ustaz Evie dilaporkan bersama ibu tiri korban berinisial DS, paman, IK, bibi, LS, serta nenek korban, ibu dari terlapor Ustaz Evie. Tuduhan KDRT bermula saat korban bertamu ke rumah Ustaz Eviez, 04 Juli 2025.

Korban saat itu ditemui neneknya, karena Ustaz Evie sedang Solat Jum’at di masjid. Korban baru ditemui ayahnya setelah pulang dari masjid, dan langsung menanyakan mengenai nafkah yang tidak rutin diberikan setiap bulan.

Kedatangan korban tidak disambut baik ayahnya, yang justru menyudutkan anaknya, karena kuliah belum selesai hingga memilih tinggal bersama ibu kandungnya, sejak Januari 2025. Situasi memanas saat korban emosi mendapat ucapan menyakitkan dari neneknya, hingga spontan menyiramkan sisa kuah sop ke arah ibu tiri.

Korban yang berniat pulang, dikejar ibu tirinya, lalu dipukul, tangannya dipegang neneknya hingga ayahnya juga disebut turut memukul dan memarahi dengan kata-kata kasar. Mendapat laporan anaknya menjadi korban kekerasan, sang ibu membawa NAS ke rumah sakit untuk visum dan memutuskan melaporkan ke Polrestabes Bandung.

Editor

Recent Posts

Konservasi: Kemenhut Telusuri Koridor Gajah di Benakat Sumsel

SATUJABAR, BOGOR - Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) Kementerian Kehutanan bersama Balai Konservasi Sumber Daya…

1 jam ago

Terminal LPG Tanjung Sekong Pasok 40 Persen LPG Nasional

SATUJABAR, CILEGON – Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu infrastruktur strategis Pertamina dalam menjaga…

1 jam ago

BNPB Latih Para Relawan lewat KEMBARA di Ciamis

SATUJABAR, CIAMIS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten…

1 jam ago

Kemenhaj Pastikan Sanksi Tegas Travel Penelantar Jemaah

SATUJABAR, JAKARTA – Kemenhaj atau Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk…

2 jam ago

Zikir dan Doa Kebangsaan 2026: 100.000 Orang Hadiri Padati Monas

SATUJABAR, JAKARTA - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta,, saat pemerintah menggelar Zikir…

2 jam ago

Gladiator Bogor Arena, Dedie Rachim: Ajang Ukir Prestasi

Gladiator Bogor Arena ini diselenggarakan oleh Yayasan Catatan Akhir Sekolah bersama Pertina dan Pemkot Bogor.…

2 jam ago

This website uses cookies.