Berita

Tukin Dosen 2025 Dihapus, Anggota Komisi X DPR RI Desak Ketua Komisi Panggil Mendiktisaintek

Apabila dosen tidak diperhatikan, maka potensi untuk eksodus memilih bekerja di luar negeri dapat terjadi.

SATUJABAR, BANDUNG — Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarif Muhammad Alaydrus merasa kaget saat mendengar tunjangan kinerja (tukin) dosen tidak dianggarkan di tahun 2025 alias dihapus. Dia pun bakal mendesak pimpinan Komisi X untuk memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Habis Syarif ingin meminta penjelasan dan alasan tunjangan kinerja (tukin) dan profesi dosen ASN dihapus tahun 2025. “Saya mendesak Komisi X untuk memanggil menteri untuk menjelaskan apa adanya,” ucap dia.

Habib mengatakan, seharusnya tukin untuk dosen ASN ditingkatkan dan bukan malah dihilangkan. Oleh karena itu, dia merasa kaget saat mendengar tukin tidak dianggarkan tahun 2025 alias dihapus.

“Saya minta tukin ditingkatkan bukan dihilangkan, saya kaget dihilangkan,” ungkap dia.

Habib memperoleh informasi jika anggaran untuk tukin ASN dosen sudah dianggarkan pada periode anggota DPR RI tahun 2019-2024. Habib mengaku heran tukin untuk kementerian lain ada, sedangkan untuk dosen ASN di Kemendiktisaintek tidak ada.

Dia mengatakan, terdapat dua alasan mengapa tukin harus diberikan kepada dosen ASN yaitu secara aturan bahwa dosen ASN berhak memperoleh tukin dan profesi. Selain itu, apabila dosen tidak diperhatikan, maka potensi untuk eksodus memilih bekerja di luar negeri dapat terjadi.

Terkait alasan bahwa karena terjadi perbedaan nomenklatur sehingga tidak ada anggaran, dia menilai, tidak mengubah anggaran yang sudah diputuskan anggota dewan lalu. Alasan tersebut dinilai tidak rasional.

“Saya kurang sepakat adanya alasan perubahan nomenklatur sehingga hilang anggaran itu,” kata dia.

Berdasarkan aturan yang ada, ia mengatakan tukin untuk asisten ahli dari mulai Rp 5 juta, Lektor, Rp 8 juta, Lektor kepala Rp 10 juta dan profesor Rp 19 juta. (yul)

Editor

Recent Posts

Polisi Gulung Komplotan Pembalak Kayu di Gunung Ciremai Kuningan

SATUJABAR, KUNINGAN--Komplotan pembalak liar, atau illegal loging, di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, digulung…

39 menit ago

Beri Rumah Buat Warga Tinggal di Kandang Kambing, Kapolda Jabar Minta Polres Bangun Rumah Layak

SATUJABAR, CIANJUR--Polda Jawa Barat memberi rumah baru yang dibangun berkolaborasi dengan komunitas sosial buat seorang…

2 jam ago

Harga Minyak Mentah Indonesia Desember 2025 Tertekan, Ini Sebabnya…

SATUJABAR, JAKARTA - Rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Desember 2025 ditetapkan pada…

11 jam ago

77 Tunawisma Dijaring Dari Operasi Penjangkauan Oleh Pemkot Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melaksanakan operasi penjangkauan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS)…

12 jam ago

Isra Mi’raj 2026: Saatnya Mengunjungi Galeri Rasulullah di Masjid Raya Al Jabbar Kota Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Ingin mengetahui perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dengan cara yang mengasyikan? Sepertinya…

12 jam ago

Pesan Ketum KONI Kepada PTMSI: Persatuan Adalah Kunci Kemenangan

SATUJABAR, JAKARTA - Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman…

12 jam ago

This website uses cookies.