Berita

Tomohon International Flower Festival 2026 Usung Florikultura Global

Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 menunjukkan komitmen Kota Tomohon membawa identitas lokal berbasis florikultura ke panggung internasional.

SATUJABAR, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. Event tersebut menunjukkan komitmen Kota Tomohon dalam membawa identitas lokal berbasis florikultura ke panggung internasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kelima kanan), berbincang Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus (ketiga kiri) saat menghadiri Tomohon International Flower Festival (TIFF) di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (08/08/2026).

“Festival ini menjadi satu cara untuk melihat bahwa satu kota kecil seperti Tomohon bisa mendunia, bukan hanya sebagai kota bunga tapi kota yang punya specialty seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri. Saya berharap kedepannya kita bisa melihat lebih banyak lagi teman-teman dan turis-turis mancanegara dan domestik yang datang ke sini,” kata Wamen Ekraf saat menghadiri pembukaan TIFF 2026 di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (8/8) melalui keterangan resmi.

Festival yang hadir tiap tahun sejak 2008 ini menampilkan tournament of flowers yaitu parade 35 kendaraan yang dihiasi bunga-bunga segar dari para petani lokal. Selain itu terdapat pula pameran pariwisata, pentas seni budaya, serta pemberdayaan bisnis lokal untuk mempromosikan Tomohon sebagai kota bunga.

“Impactnya tentu banyak. Orang datang ke sini bukan hanya nonton festival tetapi juga ada business to business (B2B) matching, trade, dan investment yang terjadi di sini,” ujar Wamen Ekraf.

Acara ini tidak hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi turut membuka ruang bagi pergerakan ekonomi masyarakat di berbagai sektor, mulai dari florikultura, kerajinan, kuliner, perhotelan hingga transportasi. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen mendorong setiap daerah untuk mengembangkan potensi dan produk unggulannya menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Dari kekayaan lokal inilah ekosistem ekraf dapat tumbuh dan menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja, sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Editor

Recent Posts

Harga Emas Selasa 11/8/2026 Antam Rp 2.710.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Selasa 11/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

3 jam ago

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Didorong Pasokan Global

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Juli sebesar US$ 81,68 per barel,…

6 jam ago

Specialty Indonesia 2026: Produk Lokal Semakin Menembus Pasar Global

Specialty Indonesia 2026 berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 dengan menghadirkan rangkaian kegiatan berupa pameran, business…

6 jam ago

Saudi Fashion & Tex Expo 2026 Diikuti 10 Perusahaan Indonesia

Saudi Fashion & Tex Expo merupakan salah satu pameran fesyen dan tekstil terbesar di Arab…

6 jam ago

Program Magang Lanjutan di Kemenko Perekonomian 101 Orang

SATUJABAR, JAKARTA – Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi 2026 menyasar 150.000 peserta fresh graduate…

6 jam ago

KELANA Belajar Distribusi Energi, Diskusi Kritis Bareng WALHI

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Rangkaian program edukasi lingkungan berbasis pengalaman langsung (experiential learning) Kenali Lingkungan Bareng…

6 jam ago

This website uses cookies.