Ikan hias.(FOTO: KemenkopUKM)
Indonesia berhasil meraih pencapaian luar biasa pada tahun 2022 dengan menjadi negara eksportir ikan hias terbesar kedua di dunia. Menggeser posisi Singapura dan Belanda, Indonesia kini berkontribusi 11,3% terhadap total ekspor ikan hias dunia yang bernilai USD 321 juta. Pencapaian ini bukan hanya menunjukkan kualitas ikan hias Indonesia yang mendunia, tetapi juga membuka peluang besar bagi para pelaku industri, baik untuk ekonomi lokal maupun kesadaran konservasi laut.
Bagi Anda yang tertarik memulai bisnis ikan hias asli Indonesia, berikut adalah beberapa tips persiapan yang perlu Anda lakukan:
Sebelum memulai bisnis, sangat penting untuk memiliki pengetahuan mendalam mengenai berbagai spesies ikan hias asli Indonesia. Pahami karakteristik, kebutuhan lingkungan, serta perilaku reproduksi ikan tersebut. Dengan pemahaman ini, Anda akan lebih mudah memilih jenis ikan yang tepat untuk dipelihara dan dipasarkan.
Pastikan Anda memiliki fasilitas pemeliharaan yang memadai, seperti kolam, tangki, atau akuarium yang sesuai dengan kondisi lingkungan ikan. Gunakan sistem filtrasi yang baik, serta perhatikan pemanasan air dan pencahayaan yang dibutuhkan agar ikan tetap sehat dan berkembang dengan optimal.
Untuk menjalankan bisnis ikan hias, Anda perlu memperoleh berbagai perizinan yang diperlukan, seperti izin usaha, izin lingkungan, dan dokumen lainnya yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pastikan semua dokumen tersebut lengkap agar usaha Anda berjalan lancar.
Membangun jaringan yang kuat dengan pemasok ikan hias berkualitas dan calon pembeli seperti toko ikan hias, peternak, atau pengecer lainnya sangat penting. Hal ini akan mempermudah Anda dalam mendapatkan ikan yang berkualitas dan memastikan ada pasar yang siap menerima produk Anda.
Untuk mengenalkan bisnis ikan hias Anda, buatlah strategi pemasaran yang efektif, baik melalui situs web maupun media sosial. Branding yang baik juga penting agar usaha Anda dikenal dengan kualitas tinggi dan keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam.
Riset pasar sangat penting untuk memahami kebutuhan konsumen dan tren pasar ikan hias. Selain itu, lakukan analisis terhadap pesaing di pasar untuk mengetahui keunggulan kompetitif yang dapat Anda tawarkan kepada pelanggan.
Memahami cara merawat ikan hias, termasuk pencegahan penyakit, pemilihan pakan yang tepat, serta pengawasan kondisi lingkungan, sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan. Ikan yang sehat akan menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan reputasi bisnis Anda.
Sediakan rencana kontinjensi untuk menghadapi kemungkinan tantangan, seperti penyakit ikan, fluktuasi pasar, atau masalah lainnya. Memiliki rencana darurat yang matang akan membantu bisnis Anda tetap berjalan meskipun menghadapi kesulitan.
Pastikan Anda memiliki perlengkapan yang memadai untuk merawat ikan hias dengan baik. Mulai dari pakan ikan premium seperti merek JPD, Mizuho, Hi-silk, hingga Trident Aquacare. Jangan lupa juga perlengkapan kolam atau akuarium seperti produk Matala yang berkualitas. Semua perlengkapan ini bisa Anda temukan di Platinum Adi Sentosa atau melalui distributor resmi yang tersedia baik di marketplace maupun toko perlengkapan ikan hias offline.
Dengan persiapan yang matang dan pemilihan perlengkapan yang tepat, peluang untuk sukses dalam bisnis ikan hias asli Indonesia semakin terbuka lebar. Selamat mencoba dan semoga sukses!
Sumber: Kemenkop UKM
SATUJABAR, JAKARTA - Rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Desember 2025 ditetapkan pada…
SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melaksanakan operasi penjangkauan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS)…
SATUJABAR, BANDUNG - Ingin mengetahui perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dengan cara yang mengasyikan? Sepertinya…
SATUJABAR, JAKARTA - Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman…
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie akan menghadapi Loh Kean Yew…
SATUJABAR, INDRAMAYU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu memanfaatkan momentum Hari Pers Nasional (HPN)…
This website uses cookies.