Berita

Terlantar di Papua, Keluarga Asal Bandung Barat Akhirnya Bisa Pulang

SATUJABAR, BANDUNG–Pasangan suami-istri, Ade Halidan dan Peni Herawati, serta kedua anaknya, Muhammad Nurfadilah dan Rizki Thermawan, akhirnya bisa pulang dari Papua. Keluarga asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat tersebut, menjadi korban penipuan lowongan kerja, hingga terlunta-lunta selama hampir setahun di tanah Papua.

Pasangan suami-istri, Ade Halidan dan Peni Herawati, serta kedua anaknya, Muhammad Nurfadilah dan Rizmy Thermawan, bisa dipulangkan dari Papua oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Minggu (31/05/2026) dinihari.

Ade dan Peni merupakan warga Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Mereka menjadi korban penipuan lowongan kerja, hingga harus terlunta-lunta hampir setahun di tanah Papua.

“Alhamdulillah, mereka sudah kembali di kampung halamannya di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Sudah tiba pada Minggu (31/05/2026) dinihari, sekitar pukul 01.30 WIB,” ujar Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Dewi Andani, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (01/06/2026).

Kedatangan Ade bersama istri dan kedua anaknya di kampung halamannya, disambut haru keluarga dan perangkat desa. Mereka akhirnya berkumpul lagi dengan keluarga setelah gagal mencari peruntungan di Papua.

“Jadi, sekeluarga ini awalnya mendapat tawaran pekerjaan di areal perkebunan sawit. Mereka dibawa dulu ke Kalimantan, untuk dijanjikan pekerjaan di Sorong, Papua,” kata Dewi.

Saat tiba di Sorong, mereka tidak kunjung mendapat kepastian terkait pekerjaan yang dijanjikannya. Mereka diduga mendapat tawaran pekerjaan dari perusahaan ilegal, sampai akhirnya terlunta-lunta berada di Sorong tanpa memiliki pekerjaan apapun.

“Buat bisa bertahan hidup, mereka bekerja serabutan buat bertahan hidup. Nasibnya makin tidak jelas dan terlunta-lunta, sehingga harus ditampung di dinas sosial di Sorong, kemudian dipindahkan ke yayasan,” jelas Dewi.

Dewi memastikan, pemerintah daerah akan berkoordinasi untuk memberikan pembinaan dan pelatihan agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan melalui program dinas. Dinas Sosial dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Barat, akan memberikan pendampingan dan memfasilitasi melalui program dinas agar bisa disalurkan mendapatkan pekerjaan.

Editor

Recent Posts

Wisman ke Jawa Barat Juli 2026 Turun 51,36 Persen

BANDUNG – Wisman ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada Juli 2026 tercatat sebanyak 232…

8 jam ago

Mengitimidasi dan Memeras ASN di Sekolah di Sukabumi, Pria Mengaku Wartawan Positif Narkoba Ditangkap

SATUJABAR, SUKABUMI--Viral di media sosial, seorang pria mengaku-ngaku sebagai wartawan, mengamuk di sebuah Sekolah Dasar…

8 jam ago

Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 Naik 6,43 Persen

BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 mencapai USD 23,58 miliar atau naik 6,43 persen…

8 jam ago

Inflasi Jabar Agustus 2026 Sebesar 3,13 Persen (Y-no-Y)

BANDUNG - Inflasi Jabar Agustus 2026 year on year (y-on-y) di Jawa Barat sebesar 3,13…

8 jam ago

Polda Jabar Bongkar Kasus Pornografi dan Ekploitasi Anak, 8 Orang Ditangkap

SATUJABAR, BANDUNG--Waspada buat para orangtua atas terjadinya kasus pornografi dan eksploitasi seksual terhadap anak di…

9 jam ago

Luas Panen Jagung Pipilan Juli 2026 Turun 6,06 persen

JAKARTA - Luas panen jagung pipilan Juli 2026 sebesar 0,23 juta hektare, mengalami penurunan sebesar…

10 jam ago

This website uses cookies.