UMKM

Terinspirasi dari Kota Bandung, Tasikmalaya Juga Ingin Punya Galeri UMKM

SATUJABAR, BANDUNG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung menerima kunjungan kerja Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka studi tiru pengelolaan galeri dan pengembangan produk UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Para pengurus Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya mengunjungi Galeri Patra Komala Kota Bandung di Mal Braga Citywalk, Selasa 7 April 2026.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya, Retno Widyastuti, mengungkapkan kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari konsep galeri yang akan diterapkan di daerahnya.

Ia berharap pengalaman dari Kota Bandung dapat menjadi referensi dalam menghadirkan galeri UMKM yang representatif di Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan galeri di Bandung sebagai bahan pembelajaran karena kami juga berencana membangun galeri UMKM di Tasikmalaya,” ujarnya melalui keterangan resmi Humas Kota Bandung.

Selain itu, Retno juga mengaku tertarik dengan produk yang dipasarkan di Galeri Patra Komala tersebut. Bahkan sampai membeli produk fesyen hasil kerajinan Kota Bandung.

“Saya sih lihat motifnya ya, karena saya sukanya yang agak-agak rame, jadi lucu aja sama kualitasnya juga bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian I Dekranasda Kota Bandung, R. Dewi Pertiwi Zulkarnain menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk berbagi pengalaman, khususnya terkait kurasi produk dan pengelolaan Galeri Patra Komala yang menjadi etalase unggulan produk UMKM Kota Bandung.

Dalam kesempatan itu, rombongan dari Tasikmalaya diajak meninjau langsung berbagai produk unggulan yang telah melalui proses seleksi ketat, mulai dari fesyen, kriya hingga aksesori. Produk-produk tersebut dinilai memiliki daya saing karena mengedepankan kualitas, inovasi serta nilai budaya lokal.

“Ke depan, akan ada kolaborasi lanjutan antara Dekranasda Kota Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya, khususnya dalam pengembangan produk UMKM,” kata Dewi.

Salah satu potensi kerja sama yang dibahas adalah pengembangan produk aksesori, seperti bros khas Bandung yang dapat dipadukan dengan material batik maupun kain khas Tasikmalaya termasuk inovasi terbaru berupa sutra tenun.

Editor

Recent Posts

Kit Deteksi Dini DBD Karya BRIN, Hasil Keluar 3 Menit

SATUJABAR, TANGERANG SELATAN – Kit deteksi dini DBD atau Demam Berdarah Dengue karya Badan Riset…

37 menit ago

PLN Diminta Segera Pulihkan Listrik di Sumatera

SATUJABAR, JAKARTA – PLN diminta segera pulihkan Listrik di Sumatera, tegas Pemerintah melalui Kementerian Energi…

50 menit ago

BRI Super League 2025-2026: Daftar Peraih Penghargaan

SATUJABAR, JAKARTA – BRI Super League musim 2025-2025 baru saja menyelesaikan hajat panjang kompetisinya dimana…

1 jam ago

Program AKTIF Musik Kementerian Ekraf Menjangkau Ternate & Tidore

SATUJABAR, JAKARTA – Program Aktif Musik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) kini mengangkat pegiat…

1 jam ago

Bupati Kuningan dan Warga Rayakan Persib Juara

Bupati Kuningan bersama jajaran ikut konvoi kemenangan bersama ribuan Bobotoh dalam iring-iringan kendaraan dan kibaran…

2 jam ago

Konvoi Persib Juara Hattrick, 5 Insiden Kecelakaan Sepeda Motor

SATUJABAR, BANDUNG – Konvoi Persib juara hattrick langsung mewarnai saat Persib Bandung memastikan diri sebagai…

2 jam ago

This website uses cookies.