ekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Reza Nuralam (tengah) didampingi Wakil Ketua Organda Kabupaten Bekasi, Irsanadi (kiri) dan Kanit Keamanan dan Keselamatan Lalu-lintas Polres Metro Bekasi, Iptu Muhamad Fadli (kanan) usai menggelar rapat di Kantor Dishub Kabupaten Bekasi, Jl. Industri Cikarang Utara, Selasa (30/7/2024). FOTO : JAJA JAELANI/NEWSROOM DISKOMINFOSANTIK.
BANDUNG – Menanggapi viralnya video yang menunjukkan penumpang angkot K-17 Cikarang-Cibarusah dikenakan tarif tidak wajar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, bersama Organda Kabupaten Bekasi dan Satlantas Polres Metro Bekasi, menggelar rapat di Kantor Dishub di Jalan Industri Cikarang Utara pada Selasa (30/7/2024).
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Reza Nuralam, mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut disepakati beberapa langkah untuk mencegah pengenaan tarif angkot yang melampaui ketentuan di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Langkah pertama, kami akan memanggil pengusaha angkot yang terlibat dalam video viral tersebut dan melaksanakan operasi gabungan khusus untuk angkot K-17,” kata Reza.
Reza menjelaskan bahwa tarif resmi untuk trayek angkot K-17 jurusan Cikarang-Cibarusah adalah sebesar Rp 20.000 per penumpang, sesuai dengan SK Bupati No. 550.2/Kep.351-Dishub/2014 dan Berita Acara hasil rapat kenaikan BBM sebesar 15 persen.
“Tarif ini sudah ditetapkan sesuai peraturan yang berlaku,” terangnya dilansir situs Pemkab Bekasi.
Selain itu, Dishub Kabupaten Bekasi akan melakukan penempelan stiker tarif di semua angkot K-17 Cikarang-Cibarusah dan melaksanakan sosialisasi kepada seluruh pengusaha dan sopir angkot.
“Kami akan memasang stiker tarif dan melakukan sosialisasi kepada pengusaha serta sopir angkot K-17 untuk memastikan tarif yang berlaku diketahui oleh semua pihak,” ujar Reza.
Wakil Ketua Organda Kabupaten Bekasi, Irsanadi, menambahkan bahwa pihaknya bersama Dinas Perhubungan telah membuat surat edaran dan imbauan kepada sopir dan pengusaha angkot untuk tidak mengenakan tarif di luar ketentuan. Namun, ia mengakui masih ada oknum sopir yang melanggar.
“Memang masih ada oknum sopir yang meminta tarif melebihi ketentuan. Kesepakatan untuk memasang stiker tarif di semua angkot K-17 adalah solusi terbaik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” pungkas Irsanadi.
SATUJABAR, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menandai satu tahun aktivitas…
SUMBER — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 234 kejadian bencana sepanjang…
SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan antara ulama dan umara merupakan kunci…
SATUJABAR, JAKARTA - Setelah resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Rapat…
SATUJABAR, JAKARTA – Timnas futsal putra Indonesia memberikan perlawanan yang luar biasa terhadap langganan juara…
SATUJABAR, QINGDAO CHINA – Tim putra Indonesia kandas di babak semifinal Badminton Asia Team Championship…
This website uses cookies.