Berita

Sumur Resapan Tambahan di Cibaduyut

BANDUNG: Sumur resapan akan dibangun di sekitar Cibaduyut untuk mengatasi banjir yang cukup rutin terjadi di kawasan tersebut.

Banjir melanda sejumlah titik di Kota Bandung setelah diguyur hujan tiga hari berturut-turut. Salah satu titik langganan genangan banjir adalah terowongan Cibaduyut.

Pemerintah Kota Bandung berencana membangun sumur imbuhan atau sumur resapan tambahan pada tahun ini untuk menekan genangan air di kawasan itu.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Daya Rusak Air Dinas Sumber Daya Alam dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Dini Dianawati.

Dia mengatakan menyampaikan, pembangunan sumur resapan Cibaduyut untuk penanganan banjir telah masuk pada tahap perjanjian kerja sama.

“Pemkot Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung sudah bersepakat untuk membenahi Cibaduyut. Sebenarnya tahun 2020 Pemkot Bandung juga sudah membangun sumur imbuhan atau sumur resapan dalam,” katanya dikutip situs Pemkot Bandung.

Ia melanjutkan, pada saat itu belum terjadi banyak genangan. Namun, ternyata saluran di Kabupaten Bandung sudah makin menyempit.

“Kami sudah beberapa kali survei untuk menangani itu dengan pihak kabupaten. Mereka juga menyiapkan cara untuk memperbesar saluran drainasenya. Tapi sampai saat ini memang terealisasi,” ungkapnya.

KOORDINASI PEMKAB

Maka dari itu, Pemkot Bandung masih terus intens berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung terkait pembenahan tersebut dengan membangun satu unit sumur resapan lagi di area Cibaduyut.

“Masih disurvei, titik lokasi mana terendah yang bisa dibangun sumur resapan. Anggaran perubahan ini sudah disiapkan,” ucapnya.

Dini mengaku, telah bekerja sama dengan Balai Air Tanah untuk pembangunan sumur resapan. Sehingga untuk konstruksinya menggunakan prototype yang sudah ada.

“Kita hanya butuh lahan seluas 6×4 meter untuk membuat sumur imbuhan sedalam 100 meter ke permukaan air tanah,” tuturnya.

Setelah itu, akan diperiksa kembali menggunakan alat Geolistrik untuk melihat kedalaman air yang bisa terserap.

“Kita juga masih survei untuk mencari konstruksi apa yang tepat untuk dilakukan di sini,” katanya.

Tak hanya pembangunan sumur resapan, Pemkot Bandung juga telah memperbaiki saluran drainase, dan intens melakukan pemeliharaan, pengerukan sampah, serta penambalan jalan.

“Kalau di Cibaduyut ini faktor banjirnya memang kebanyakan karena sampah yang menyumbat. Terutama sampah-sampah yang sulit terurai,” jelasnya.

Selain itu, Dini juga memaparkan beberapa lokasi yang berpotensi menjadi titik banjir pada tahun ini selain Kopo Citarip dan Cibaduyut

“Kalau biasanya di Cikadut, Ujungberung, Cingised, Gedebage. Tapi, musim hujan kali ini, sub daerah aliran sungai (DAS) yang sedang besar alirannya ada di Citepus. Aliran ini mengarah ke Pagarsih, Astanaanyar, Babakan Jeruk,” paparnya.

Editor

Recent Posts

Badminton Asia Team Championship 2026: Beregu Putri Indonesia Kandas di Semifinal

SATUJABAR, QINGDAO CHINA – Tim putri Indonesia kandas di babak semifinal Badminton Asia Team Championship…

8 jam ago

Gercep! Ibu Culik Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Ditangkap di Cianjur

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Polres⁰ Tasikmalaya, Jawa Barat, bergerak cepat mengungkap kasus penculikan bayi berusia dua bulan, yang…

13 jam ago

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Sabtu 7/2/2026 Rp 2.920.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Sabtu 7/2/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.920.000…

13 jam ago

Benahi Organisasi, Menteri Purbaya Lantik 43 Kemenkeu

SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 43 pejabat pimpinan tinggi pratama…

20 jam ago

Survei Harga Properti Residensial Triwulan IV 2025: Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas

SATUJABAR, JAKARTA - Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial…

20 jam ago

Moody’s Turunkan Outlook Indonesia Dari Stabil Ke Negatif, Ini Penjelasan OJK

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati keputusan Moody's Investors Service (Moody's) yang mempertahankan…

20 jam ago

This website uses cookies.