So’ Taw, soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen, ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan Indonesia bagi para jemaah maupun petugas haji.(Foto: Humas Kemenag Kebumen Via Kemenag Pusat)
Soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen dengan jenama So’ Taw ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan Indonesia bagi para jemaah maupun petugas haji.
SATUJABAR, MAKKAH Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji di Tanah Suci, sejumlah jemaah Indonesia ternyata membawa bekal yang tak biasa. So’ Taw, soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen, ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan Indonesia bagi para jemaah maupun petugas haji.
Produk tersebut dibeli langsung dari anak-anak MAN 2 Kebumen yang mengembangkan usaha kuliner berbasis kewirausahaan di lingkungan madrasah. Praktis, tahan lama, dan kaya cita rasa Nusantara, So’ Taw menjadi salah satu bekal favorit selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Nama So’ Taw sendiri diambil dari “Soto Taman Winangun”, salah satu soto legendaris di Kabupaten Kebumen. Tamanwinangun merupakan nama kelurahan di Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang juga menjadi lokasi berdirinya MAN 2 Kebumen. Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap kuliner khas daerah sekaligus identitas lokal yang melekat pada madrasah.
Aroma rempah khas Indonesia dari semangkuk soto hangat menghadirkan rasa rumah di tengah jauhnya Tanah Suci. Bagi jemaah, makanan sederhana itu bukan sekadar santapan, tetapi juga pengingat kampung halaman dan keluarga di Indonesia.
Salah satu petugas haji Indonesia sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Fakhrudin, mengaku senang dapat menikmati makanan khas Indonesia di sela-sela aktivitas ibadah di Makkah.
“Alhamdulillah, adanya soto ini saya sangat terbantu. Bisa mengobati rasa rindu terhadap tanah air. Rasanya pas, gurih, nikmat, dan mantap,” tuturnya seperti dikutip laman Kementerian Agama.
Kepala MAN 2 Kebumen menyampaikan rasa bangga karena produk karya siswa dapat ikut menemani perjalanan ibadah jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, jemaah haji membawa bekal produk anak-anak MAN 2 Kebumen. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah karena karya siswa bisa sampai ke Tanah Suci,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik dan keagamaan, tetapi juga mendorong lahirnya kreativitas dan jiwa entrepreneur siswa.
Selain praktis dan mudah disajikan hanya dengan air panas, produk So’ Taw juga telah mengantongi sertifikat halal sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen.
Keberhasilan produk wirausaha madrasah hadir di tengah jemaah haji Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi MAN 2 Kebumen. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk lokal hasil kreativitas siswa madrasah mampu bersaing dan diterima masyarakat luas, bahkan hingga tingkat internasional.
Dari Kebumen menuju Makkah, semangkuk So’ Taw karya siswa madrasah kini membawa lebih dari sekadar rasa. Ia menjadi bagian kecil dari cerita hangat jemaah Indonesia di Tanah Suci, tentang rindu rumah yang terobati lewat cita rasa Nusantara. (Sumber: Humas Kankemenag Kebumen Via Kemenag)
SATUJABAR, BANDUNG – Nilai tukar Dolar AS atau US$ tetap melemah di atas Rp 18.000…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
Lokasi tambang di Leles Garut yang tidak mematugi regulasi ditindak tegas dan harus menghentikan semetara…
KUNINGAN – Perlahan cahaya-cahaya kecil mulai menyala di kawasan Paseban Tri Panca Tunggal di Kel/Kec.…
Bendungan Jatigede memiliki nilai strategis bagi masyarakat Kabupaten Sumedang sehingga perlu dijaga terus keberlanjutannya. SATUJABAR,…
Warga Kota Bogor mendapatkan 'hadiah istimewa' saat Hari Jadi Bogor ke-544 berupa sejumlah program yang…
This website uses cookies.