Berita

Sidak Menhaj dan Wamenhaj di Arafah, Ini Temuannya

Sidak Menhaj dan Wamenhaj di Arafah, ditemukan sejumlah catatan penting bahkan dugaan pelanggaran oleh pihak tertentu.

SATUJABAR, MAKKAH – Makkah (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf melakukan peninjauan langsung ke tenda-tenda jemaah Indonesia di Arafah, Kamis (21/5/2026), guna memastikan kesiapan layanan menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah catatan penting, terutama terkait kapasitas tenda yang masih perlu penyesuaian.

“Kami ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan tempat yang layak dan nyaman saat puncak haji nanti. Karena itu, semua temuan hari ini akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Menhaj.

Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan selisih kapasitas pada sejumlah tenda. Salah satunya, tenda yang seharusnya menampung 350 jemaah hanya tersedia 332 tempat, sehingga berpotensi menimbulkan kekurangan ruang istirahat jika terjadi di banyak titik.

Menhaj menegaskan pihaknya tidak ingin kejadian serupa kembali terulang seperti tahun sebelumnya, ketika keterbatasan kapasitas tenda berdampak pada layanan jemaah.

“Kami akan hitung semuanya secara manual dan detail. Jangan sampai ada jemaah yang tidak mendapatkan tempat,” tegasnya.

Selain di Arafah, pengecekan juga akan dilakukan di Mina yang menjadi lokasi tinggal jemaah lebih lama. Tim PPIH diminta bergerak cepat menyelesaikan seluruh kekurangan dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA: 9 WNI Dibebaskan Israel, Menlu Indonesia Apresiasi Turki

SIMAK JUGA: Begini Cara Menabung Emas

Dalam kesempatan itu, Menhaj juga menegaskan bahwa seluruh pengaturan tenda, pembagian kloter, hingga pergerakan jemaah sepenuhnya berada di bawah kendali PPIH. Karena itu, KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) diminta tidak lagi melakukan pengaturan secara mandiri di lapangan.

“Seluruh pengaturan dilakukan terpusat oleh PPIH agar layanan lebih tertib dan terukur,” katanya.

Copot Identitas KBIHU dan Spanduk Liar

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pihaknya telah mencopot berbagai identitas KBIHU dan spanduk tidak resmi di area tenda Arafah.

“Kami tadi langsung mencopot identitas KBIHU dan spanduk yang tidak resmi. Ini pengingat agar tidak ada penguasaan tenda untuk kelompok tertentu,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh jemaah berhak mendapatkan layanan yang sama tanpa diskriminasi kelompok.

“Tidak boleh ada tenda yang didominasi untuk kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

Dahnil juga mengingatkan akan ada sanksi tegas bagi KBIHU yang terbukti melakukan penguasaan tenda demi kepentingan kelompok.

“Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas,” ujarnya.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Amirul Hajj yang dipimpin Menhaj Mochamad Irfan Yusuf, didampingi Wamenhaj, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wamenag Romo Muhammad Syafi’i, serta jajaran Musyrif Diny.

Editor

Recent Posts

Harga Emas Jum’at 22/5/2026 Antam Rp 2.788.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 22/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

57 menit ago

Malaysia Masters 2026 : Tersisa Jojo & Ubed di Perempatfinal

SATUJABAR, KUALA LUMPUR – Malaysia Masters 2026 masuk babak delapan besar pada Jum’at 22 Mei…

1 jam ago

MR.DIY Jadi Mitra IKM, Siap Kuasai Ritel Modern

MR.DIY atau PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Industri…

2 jam ago

Penanganan Perlintasan Sebidang Telan Dana Rp 842,48 Miliar

Penanganan perlintasan sebidang untuk peningkatan keselamatan akan dikerjakan pada 1.638 lokasi dengan total investasi Rp…

2 jam ago

Long Weekend Lagi, Whoosh Tambah Perjalanan

Long weekend di akhir Mei 2026, Whoosh beroperasi lebih malam dengan 68 jadwal per harinya…

2 jam ago

Menteri ESDM Tawarkan Ratusan WK Migas Potensial, Ini Rinciannya

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang investasi…

2 jam ago

This website uses cookies.