Banjir akibat gelombang tinggi air laut (rob), kembali melanda pesisir Kabupaten Indramayu, tepatnya di Desa Eretan Kulon dan Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Ahad (7/2). Banjir merendam ribuan rumah warga dengan ketinggian 20 cm – 1 m. (Dok. Istimewa)
BMKG berharap, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut.
SATUJABAR, INDRAMAYU — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pada periode 2-11 April 2025 wilayah pesisir pantai utara Jabar bakal diterjang banjir rob. Peristiwa ini mulai terjadi di awal pekan hingga 11 April 2025. Ada lima daerah di pesisir Jabar yang harus siap-siap mengantisipasi datangnya banjir rob tersebut.
Lima Kabupaten dan Kota yang berpotensi terdampak banjir rob di pesisir utara Jabar adalah Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon dan Kota Cirebon. Di Kabupaten Bekasi yang meliputi Kecamatan Muaragembong, Babelan dan Tarumajaya.
Kemudian, Kabupaten Karawang dengan wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Cibuaya, Tirtajaya, Pakisjaya, Cilebar, Cilamaya, Pedes dan Tempuran.
Selanjutnya, Kabupaten Subang meliputi Kecamatan Legonkulon dan Sukasari. Untuk Kabupaten Indramayu, kecamatan yang berpotensi terdampak banjir rob antara lain, Kandanghaur, Pasekan dan Indramayu.
Sementara, untuk Kota Cirebon wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob antara lain Lemahwungkuk, Kejaksan dan Kesambi. Sedangkan, Kabupaten Cirebon meliputi Kecamatan Mundu, Gebang dan Losari.
“Puncak pasang air laut maksimum terjadi pada pukul 01.00 – 07.00 WIB, 14.00 – 22.00 WIB untuk wilayah Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu,” kata keterangan BMKG dalam akun Instagram @bmkgpriok.
“Kemudian, untuk Kota dan Kabupaten Cirebon puncaknya terjadi pada 02.00 – 06.00 WIB dan 15.00 -19.00 WIB,”
BMKG menjelaskan, bahwa potensi banjir rob di pesisir utara Jabar disebabkan oleh adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan baru.
“Fenomena alam ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir rob di pesisir Jabar,” ucapnya.
Oleh sebab itu, masyarakat yang ada di wilayah pesisir Jabar untuk waspada dengan mengantisipasi dampak pasang air laut maksimum pada 2-11 April 2025.
Kehadiran banjir rob ini bisa berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pemukiman pesisir pantai utara Jabar.
Oleh karena itu, BMKG berharap, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut. Menghindari aktivitas di daerah pesisir yang beresiko terdampak banjir rob, terutama saat pasang air laut sedang tinggi.
Serta memastikan sistem drainase di sekitar rumah berjalan dengan baik untuk menghindari genangan air.
Mengikuti informasi dan peringatan dini dari BMKG terkait kondisi cuaca dan potensi banjir rob. (yul)
SATUJABAR, SUKABUMI--Hujan deras dan banjir luapan sungai, mengakibaembatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak. Akses…
SATUJABAR, JAKARTA - Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan…
Untuk menjaga citarasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk…
Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara…
Temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan…
Pada tahun ini total jemaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang yang akan diberangkatkan secara bertahap…
This website uses cookies.