Sesar Lembang Tahura Bandung.(FOTO: Satujabar.com)
SATUJABAR, BANDUNG – Ancaman gempa dari pergerakan Sesar Lembang terus menjadi perhatian serius di Kota Bandung. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung terus mendorong masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana alam, terutama dengan memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dari rumah tangga.
Dalam sebuah talkshow di Radio Sonata, Kamis (21/8), Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi menyampaikan pentingnya masyarakat memahami bahwa korban gempa bukan disebabkan langsung oleh guncangan, melainkan oleh reruntuhan bangunan.
“Gempa itu tidak melukai, tidak membunuh. Hal yang membunuh adalah jejatuhan—reruntuhan bangunan. Maka penyelamatan diri harus fokus pada bagaimana menghindari benda-benda jatuh,” ujar Didi melalui keterangan resmi Humas.
Mengenali Ruang Aman Sejak Dini
Didi mengimbau warga untuk mengenali ruang-ruang aman di rumah, sekolah, atau tempat kerja, seperti area bawah meja, pojok dinding kokoh, dan ruang jauh dari kaca.
“Kalau ada kaca, pasangi stiker agar tidak melukai saat pecah. Barang berat jangan ditaruh di atas lemari, dan lemari sebaiknya ditempel ke dinding,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembagian peran dalam keluarga, agar setiap anggota tahu di mana harus berlindung saat gempa terjadi.
“Kalau ada lima anggota keluarga, pastikan ruang lindung cukup untuk lima orang. Harus jelas siapa ke mana agar tidak panik,” katanya.
Program Door-to-Door dan Edukasi untuk Anak
Sebagai bentuk pendekatan langsung ke masyarakat, BPBD bersama Forum Zakat tengah menyiapkan program “door to door” edukasi keluarga tangguh bencana. Program ini bertujuan membantu warga mengenali ruang aman, membagi titik berlindung, hingga mempraktikkan simulasi evakuasi sederhana.
“Kalau satu lembaga bisa edukasi 500 orang per tahun, mereka akan kami beri piagam. Bayangkan dampaknya kalau 37 lembaga di Bandung ikut,” ujar Didi optimistis.
Tak hanya orang dewasa, BPBD juga menargetkan anak-anak sebagai kelompok prioritas edukasi. Saat ini, pihaknya tengah berkolaborasi dengan komunitas kreatif untuk membuat kartun dan buku cerita tentang mitigasi gempa.
“Anak-anak harus diajak belajar dengan pendekatan yang mereka sukai. Kami sedang garap konten edukatif yang ramah anak,” katanya.
Geotrek Sesar Lembang dan Pelatihan RT/RW
Dalam waktu dekat, BPBD juga akan menggelar kegiatan Geotrek Sesar Lembang, yakni tur edukasi lapangan yang mengajak warga melihat langsung kondisi sesar aktif. Peserta akan dikenalkan pada pergeseran tanah, struktur batuan, hingga potensi getaran.
“Banyak warga baru benar-benar sadar setelah melihat kondisi sesar langsung. Kami ingin dokumentasikan dalam video agar bisa diakses masyarakat luas,” jelas Didi.
Di sisi lain, BPBD juga mulai melibatkan RT, RW, dan kelurahan dalam pelatihan mitigasi bencana. Ini sebagai langkah membangun sistem penanganan gempa yang lebih terstruktur dari tingkat paling bawah.
“Kesiapsiagaan tidak bisa hanya dilakukan dari atas. Harus sampai ke warga lewat struktur sosial yang sudah ada,” tambahnya.
Pemetaan Evakuasi dan Payung Hukum
Tak hanya aspek edukasi, BPBD Kota Bandung juga memastikan bahwa titik-titik evakuasi telah dipetakan secara menyeluruh dan akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota.
“Pemetaan sudah selesai. Aturan turunan sedang disusun agar lokasi evakuasi punya dasar hukum dan bisa dijadikan acuan resmi,” pungkas Didi.
Dengan upaya edukasi berlapis dari rumah ke ruang publik, dari anak-anak hingga pemangku wilayah, BPBD Kota Bandung berharap budaya siaga bencana bisa tertanam kuat di tengah masyarakat—sebelum gempa datang tanpa peringatan.
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Senin 20/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…
Pada momen ini, PSSI juga menyampaikan apresiasi kepada para legenda sepak bola nasional yang telah…
Berdasarkan data Global Wellness Institute tahun 2023, Indonesia menjadi kontributor terbesar wellness economy di Asia…
Pemkab Kuningan juga memberikan berbagai bentuk apresiasi, baik berupa perlengkapan olahraga maupun dukungan pembinaan sebagai…
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 58 persen penyakit yang menular ke manusia berasal dari hewan. Karena…
Dari hasil operasi, petugas berhasil menindak puluhan kendaraan yang melanggar. Sebanyak 5 sepeda motor diangkut.…
This website uses cookies.