Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. (Foto: Istimewa)
SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti mengusulkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. untuk membuat skala prioritas sekolah penerima Program Makan Bergizi Grartis (MBG). Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senin (3/2), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.
“MBG ini program yang sangat baik, namun dalam pelaksanaannya sepertinya masih sangat banyak yang harus dikaji, mengingat dana juga Pak, dananya tidak sedikit. Jadi bagaimana apakah tidak sebaiknya untuk dipilih atau diprioritaskan saja sekolah-sekolah mana yang lebih utama atau yang lebih membutuhkan untuk mendapatkan program MBG ini, atau mungkin bisa juga dengan seperti penawaran kepada sekolah apakah sekolah ini mau menerima program ini atau tidak,” ujar Agita melalui keterangan resmi.
Dengan demikian, sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan Program MBG, mendapatkan prioritas utama, karena fakta di lapangan menunjukkan, ada sekolah yang belum mendapatkan Program MBG sementara para siswanya banyak yang kurang mampu dan sangat terbantu dengan adanya Program MBG. Sementara di sisi lain, sebaliknya ada pula sekolah dengan para siswa yang tergolong mampu yang belum terlalu membutuhkan Program MBG, tapi sudah mendapatkan program tersebut.
Karena belum meratanya program tersebut ke seluruh sekolah, dengan dana yang sangat terbatas itu, Agita mengusulkan kepada Mendikdasmen agar dibuat skala prioritas sekolah penerima program MBG. Harapannya, program tersebut dinikmati oleh para siswa yang benar-benar membutuhkan, sehingga program tersebut tepat sasaran, dengan memanfaatkan dana yang ada.
Menanggapi hal ini, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan, pihaknya merupakan mitra Badan Gizi Nasional dan pada Rapat Kabinet Terbatas disampaikan, Program MBG saat ini memang belum dapat dilaksanakan secara keseluruhan dan baru bisa dilaksanakan secara keseluruhan pada September mendatang.
“Dalam Rapat Kabinet Terbatas disampaikan bahwa program ini memang baru akan penuh dilaksanakan pada bulan September. Jadi kalau Jambi misalnya belum memperoleh, Bangka Belitung juga belum karena saya barusan dari sana, itu karena memang saya belum tahu prioritasnya apa tapi memang nanti bertahap sehingga mudah-mudahan September semua sudah terjangkau dengan Program Makan Bergizi Grartis dan bahkan waktu rapat Kabinet terbatas itu Bapak Presiden menginstuksikan kepada Kepala Badan Gizi untuk mungkin bisa dipercepat tidak harus menunggu sampai September,” ujar Abdul Mu’ti.
“Bagaimana agar Makan Bergizi Grartis juga dikaitkan dengan kesehatan ini sudah masuk dalam rancangan kami dan nanti kalau ada waktu yang luang bisa dilihat apa yang sudah kami lakukan untuk menjadikan Program Makan Bergizi Grartis itu terintegrasi dengan program kesehatan, termasuk misalnya beberapa yang sudah juga kami lakukan adalah penyiapan-penyiapan menyangkut sanitasi misalnya tempat cuci tangan, kemudian air juga supaya tidak tergenang dan sebagainya, karena itu memang prioritas program yang diberikan oleh Bapak Presiden dan mudah-mudahan ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama menyampaikan bahwa posisi hilal awal Syawal 1447 H, secara hisab,…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melepas keberangkatan peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Tahun…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada…
SATUJABAR, RIYADH – Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa hari pertama Hari…
SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) melalui layanan Tour & MICE turut…
SATUJABAR, BANDUNG--Puncak arus mudik Lebaran 2026 dari Jabotabek ke Jawa Barat, terjadi H-3 Lebaran, Rabu…
This website uses cookies.