Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)
SATUJABAR, JAKARTA – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan serta perawatan sarana dan prasarana olahraga di daerah saat Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Senin (20/4), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.
Dalam rapat tersebut, Agita menegaskan bahwa kesiapan fasilitas olahraga untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya tentu akan dipersiapkan sebaik mungkin. Namun demikian, perhatian terhadap sarana olahraga di masing-masing provinsi juga tidak boleh diabaikan.
“Fasilitas untuk PON tentu akan disiapkan dengan baik. Tetapi yang saya harapkan, fasilitas olahraga di setiap provinsi juga terus diperbaharui dan ditambah. Banyak cabang olahraga baru bermunculan, sementara sarana olahraga lama juga banyak yang mulai kurang perawatannya,” ujar Agita.
Menurutnya, pembinaan atlet nasional sejatinya berawal dari daerah. Atlet-atlet yang berlaga di PON berasal dari provinsi masing-masing, sehingga membutuhkan tempat latihan yang layak dan memadai agar mampu berprestasi secara maksimal.
“Bibit-bibit atlet itu lahir dari daerah. Karena itu mereka membutuhkan fasilitas yang layak untuk persiapan menghadapi PON maupun kejuaraan lainnya,” lanjutnya.
Agita juga menyoroti kondisi di Jawa Barat yang memiliki cukup banyak fasilitas olahraga, namun sebagian di antaranya menghadapi persoalan perawatan serta birokrasi kewenangan pengelolaan. Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh menghambat pembinaan atlet.
“Di Jawa Barat fasilitas olahraga memang cukup banyak, tetapi beberapa kurang terawat. Kadang masih terjadi saling lempar tanggung jawab soal siapa yang berwenang memperbaiki. Sementara atlet tidak bisa berhenti berlatih menunggu perbaikan,” tegasnya.
Sebagai contoh, Agita menyebut arena sepatu roda di GOR Saparua Bandung yang memiliki fasilitas baik dan berukuran besar, namun mengalami kendala saat membutuhkan perbaikan. Selain itu, cabang olahraga baru seperti skateboard yang semakin diminati generasi muda juga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai.
Sementara itu, Wakil I Ketua Umum KONI Mayjen TNI (Purn) Suwarno menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas olahraga yang telah tersedia di daerah. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah perlu memaksimalkan aset yang ada, termasuk bekerja sama dengan perguruan tinggi maupun pihak swasta.
“Kalau kemudian olahraga di daerah dengan segala macam infrastrukturnya ada tapi kok tidak dimanfaatkan, Koni nggak dikasih uang gimana mau membina? Karena memang anggarannya kecil. Jangan bicara Jakarta (anggarannya) 87 triliun (rupiah). (anggaran di) Lampung kemarin 8 triliun (rupiah). Begitu juga Banten nggak terlalu beda dengan itu. Nah kan mereka bagi-bagi bukan hanya untuk olahraga saja,” ujarnya.
“Jadi di samping harus renovasi, kami sarankan untuk menggunakan fasilitas di kampus dan fasilitas yang punya swasta. Itu bagus. Dipakai saja nggak apa-apa di kampus-kampus itu. Kampus Unila kemarin saya lihat. Ada kolam renang, ada GOR, ada gedung di situ bagus, pakai! Kemudian yang ada di Metro itu ada GOR-nya yang biasa untuk voli, bagus, kita pakai, dan seterusnya,” tambah Suwarno.
Ia juga menyarankan agar calon tuan rumah PON tidak berfokus pada pembangunan baru, melainkan lebih mengutamakan renovasi fasilitas lama yang disesuaikan dengan standar masing-masing cabang olahraga.
“Jadi saran kita kepada calon-calon provinsi tuan rumah itu jangan membuat baru, kalau bisa renovasi disesuaikan dengan standarisasi. Standarisasinya tanya kepada induk cabang olahraga,” jelas Suwarno.
Agita menegaskan bahwa pembangunan olahraga nasional harus dimulai dari penguatan ekosistem olahraga di daerah. Dengan fasilitas yang memadai dan terawat, atlet-atlet daerah akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan mengharumkan nama bangsa.
SATUJABAR, SUKABUMI--Hujan deras dan banjir luapan sungai, mengakibaembatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak. Akses…
Untuk menjaga citarasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk…
Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara…
Temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan…
Pada tahun ini total jemaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang yang akan diberangkatkan secara bertahap…
SATUJABAR, BANDUNG--mobil travel berkecepatan tinggi ugal-ugalan di Jalan Tol Purbaleunyi. Aksi ugal-ugalal mobil travel yang…
This website uses cookies.