Masakan khas imlek (Ilustrasi/pexels)
Sejarah Imlek, atau Tahun Baru Cina, adalah perayaan tahun baru berdasarkan kalender lunar Cina. Perayaan ini memiliki sejarah lebih dari 3.000 tahun dan berasal dari tradisi pertanian dan penghormatan kepada leluhur serta dewa-dewa dalam budaya Cina kuno.
Imlek dimulai pada masa Dinasti Shang (1600–1046 SM) sebagai upacara penghormatan kepada dewa dan leluhur. Pada masa Dinasti Zhou (1046–256 SM), perayaan ini berkembang menjadi tradisi tahunan.
Salah satu legenda populer tentang Imlek adalah monster “Nian” yang muncul setiap tahun untuk mengganggu penduduk. Orang-orang menemukan bahwa Nian takut pada warna merah dan suara keras, sehingga mereka menggunakan lentera merah dan kembang api untuk mengusirnya.
Pada masa Dinasti Han (206 SM–220 M), Imlek menjadi perayaan resmi dengan penentuan tanggal berdasarkan kalender lunar. Tradisi seperti berkumpul dengan keluarga, memberi angpao (amplop merah), dan makan bersama menjadi bagian penting.
Meskipun tradisi Imlek sempat dilarang selama Revolusi Kebudayaan Cina (1966–1976), perayaan ini kembali dihidupkan dan menjadi hari libur nasional. Kini, Imlek tidak hanya dirayakan di Cina, tetapi juga di negara-negara dengan populasi Tionghoa seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan lainnya.
Imlek melambangkan awal baru, harapan, dan keberuntungan. Perayaan ini juga menekankan pentingnya keluarga, harmoni, dan rasa syukur.
Di Indonesia, Imlek diakui sebagai hari libur nasional sejak tahun 2003, menandakan pengakuan terhadap keragaman budaya.
SATUJABAR, BANDUNG - Kabar mengejutkan datang dari klub raksasa Inggris, Liverpool FC. Penyerang andalan mereka,…
SATUJABAR, BANDUNG – Sungguh menyedihkan! Akhirnya legenda Liverpool itu benar-benar akan meninggalkan Liverpool pada akhir…
SATUJABAR, BANDUNG - Penanganan cepat dilakukan petugas gabungan setelah sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) roboh…
SATUJABAR, BANDUNG - Sejumlah taman kota di Kota Bandung terpantau dalam kondisi bersih dan terkendali…
SATUJABAR, JAKARTA – Jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta Bogor Tangerang dan Bekasi selama periode arus…
SATUJABAR, SEMARANG - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa momentum puncak arus balik perlu dihadapi…
This website uses cookies.