Tutur

Sajian Budaya Kasumedangan yang Mendorong Kreativitas

Sajian budaya senantiasa tersaji di Sumedang Saban Sabtu di Geoteater Rancakalong. Ekosistem Budaya Kasumedangan #7 yang digelar setiap Sabtu itu mampu menghidupkan semangat budaya dan tradisi Sumedang. Atraksi seni budaya Sunda juga menarik masyarakat untuk datang ke Geoteater Rancakalong.

Beragam penampilan seni dan budaya tradisional ditampilkan dalam kegiatan tersebut, diantaranya Kawih Kaulinan Urang Lembur oleh HSN, Tari Kaulinan dari Arimbi Art, Tempas Sindir dari penampilan Sanggar Seni Lingga Manik SMAN 3 Sumedang dan tari Jatipongan digelar di Geoteater Rancakalong, Sabtu (22/11/2025).

Selain itu Atraksi semakin semarak dengan hadirnya Panahan Tradisional dari Satria Madang dan Rampak Tarompet dari PSBS yang mampu memukau penonton.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang ikut nonton menyebutkan Ekosistem Budaya Kasumedangan merupakan upaya strategis untuk menjaga warisan budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. “Budaya adalah identitas dan kekuatan Sumedang. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menanamkan kebanggaan dan nilai karakter bagi generasi penerus,” ungkap Dony.

Dony mengatakan Geoteater Rancakalong memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Sumedang. Geotheater tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi rumah bersama untuk belajar, berkarya, dan mengekspresikan potensi kreatif masyarakat, khususnya generasi muda.

“Budaya akan terus hidup jika terus dipertunjukkan. Geotheater Rancakalong adalah ruang bagi semua untuk belajar, berkarya, dan mengekspresikan aksi seni budaya,” ujar Bupati Dony.

Dony menegaskan seni dan budaya tidak hanya tentang melestarikan warisan lama, tetapi untuk menggali dan menciptakan budaya baru yang lebih baik. “Budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Karena itu harus terus berlanjut, hidup, dan ditampilkan kepada masyarakat,” katanya.

Bupati Dony juga mengapresiasi beragam penampilan yang ditampilkan, mulai dari panahan tradisional, kaulinan budak, hingga jaipongan. “Saya bangga melihat kreativitas ini. Potensi seni budaya Sumedang sangat besar, tidak hanya untuk tampil di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Editor

Recent Posts

RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui Lampung Diresmikan Presiden Prabowo

RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui merupakan proyek strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah. Telan…

6 jam ago

Kantor WIKA Digeledah, Ini Penjelasan Polri

SATUJABAR, JAKARTA - Penyidik Kortastipidkor Polri melakukan penggeledahan terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam…

6 jam ago

Purbaya Bilang Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat

SATUJABAR, JAKARTA - Perkembangan perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian meski tekanannya mulai menurun. Di tengah…

7 jam ago

Kemenperin Usul Tambahan Anggaran Rp 1,59 Triliun

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun pada tahun 2027…

7 jam ago

Puncak Musim Kemarau Agustus! BMKG Ingatkan El Nino

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

9 jam ago

Kejati Jabar Geledah Kantor DPRD Indramayu, Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan

SATUJABAR, INDRAMAYU--Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menggeledah Kantor DPRD Kabupaten Indramayu. Tindakan penggeledahan untuk…

11 jam ago

This website uses cookies.