Berita

Ricuh di Kampus Unisba-Unpas Dipicu Bom Molotov, 10 Orang Ditangkap

SATUJABAR, BANDUNG-Aksi pelemparan bom molotov diarahkan ke polisi yang sedang berpatroli, menjadi pemicu kericuhan di area Kampus Unisba dan Unpas, Kota Bandung, Jawa Barat. Sepuluh orang telah ditangkap polisi terkait aksi pelemparan tersebut.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan siap membongkar dalang di balik di balik kericuhan di area Kampus Unisba dan Unpas, Kota Bandung. Aksi pelemparan bom molotov, batu, dan kayu diarahkan ke polisi yang sedang berpatroli menjadi pemicu kericuhan pada Senin (01/09/2025) malam.

“Kami siap membongkar semua ini. Berkumpul tengah malam dengan mempersenjatai diri di tempat-tempat umum, lalu membahayakan orang lain,” ujar Rudi di Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat, Selasa (02/09/2025).

Rudi menjelaskan, kericuhan di area Unisba dan Unpas di Jalan Tamansari, diawali blokade jalan dan pelemparan bom molotov, batu, dan kayu, diarahkan ke polisi yang sedang berpatroli skala besar usai mengamankan jalannya aksi demo di Gedung DPRD Jawa Barat.

“Saat berusaha dibubarkan, kami mendapatkan serangan dan lemparan bom molotov, batu, kayu, hingga mau membakar kendaraan. Bom molotov itu sampai masuk truk, sehingga kami melakukan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan dan terukur untuk membubarkannya,” jelas Rudi.

Rudi mengklarifikasi informasi yang beredar, polisi masuk kampus sama sekali tidak benar. Tapi tindakan membubarkan sesuai aturan dan Undang-Undang terhadap massa yang mengganggu ketertiban umum dengan berbuat anarkis dan membahayakan.

“Melempar bom molotov, batu, dan kayu di waktu malam hari, sudah mengindikasikan perbuatan anarkis dan membahayakan masyarakat serta petugas. Jadi, itu kenapa kami melakukan upaya penegakan hukum terukur dengan menembakan gas air mata sesuai Undang-Undang dalam membubarkan massa,” ungkap Rudi.

Sepuluh orang telah diamankan terkait kericuhan di area Kampus Unisba dan Unpas. Dua orang diketahui membawa senjata air softgun dan daun ganja.

“Dari sepuluh orang yang kita amankan, satu orang membawa ganja, pengagguran tamatan SMA berinisial GOP. Satu orang lagi berinisial AA, 25 tahun, membawa senjata air softgun berisinsinya peluru gotri,” jelas Rudi.

Rudi mengingatkan, silahkan berunjukrasa untuk menyampaikan pendapat atau aspirasi dengan mengikuti aturan dan pada waktu-waktu yang ditentukan. Memblokade jalan malam hari dengan bertindak anarkis dan membahayakan orang lain, sudah melanggar hukum harus ditindak tegas.

Editor

Recent Posts

Dompet Nenek di Sukabumi Dirampas Saat Jaga Warung, Uang Rp.3,8 Juta Amblas

SATUJABAR, SUKABUMI--Nasib malang menimpa seorang wanita lanjut usia (lansia) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, saat…

1 jam ago

Polri Diminta Bisa Bawa Pulang Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual

SATUJABAR, JAKARTA--Bareskrim Polri telah menetapkan Syekh Ahmad Al Misry (SAM), sebagai tersangka atas kasus dugaan…

3 jam ago

Tim Gabungan Bentang Alam Seblat Amankan Perambah Hutan di Koridor Gajah

Dalam operasi tersebut, petugas sempat mendapat perlawanan dari dua orang tak dikenal yang menyerang tim…

3 jam ago

Penataan Peninsula Island The Nusa Dua Berlanjut

SATUJABAR, NUSA DUA - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas…

3 jam ago

Harga Barang Kebutuhan Pokok di Kota Bandung: Stok Aman, Harga Relatif Stabil

SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan…

4 jam ago

Aplikasi ‘Kawal Haji’ Kuatkan Layanan Haji 2026

Selama ini, jemaah biasanya kalau memerlukan bantuan langsung menghubungi petugas terdekat. Menurut Ali, dengan adanya…

4 jam ago

This website uses cookies.