Berita

Ratusan Siswa di Bogor Keracunan Makan Bergizi Gratis, BGN Beri Teguran Keras kepada SPPG

BGN akan menyetop pemasok bahan makanan tersebut apabila ditemukan ketidaksegaran atau kejanggalan lainnya.

JAKARTA — Ratusan siswa dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu dalam program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor, pada pekan lalu. Berdasarkan data, terdapat 214 siswa yang mengalami keracunan usai menyantap MBG.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan mengatakan, timnya langsung melakukan uji lab mulai dari bahan serta makanan yang dimasak usai menerima laporan tersebut. Selain itu, BGN juga memberikan teguran peringatan kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang bertanggung jawab dalam pengelolaan makanan tersebut.

“Jika terjadi seperti ini kami itu biasa langsung ambil tindakan. Satu, cek sampel makanannya, benar enggak? Ini valid enggak?” kata dia melalui keterangannya, Senin (12/5/2025).

Setelah didapati ada sampel makanan yang kurang baik, BGN kemudian memberikan teguran kepada SPPG. Pasalnya, hal semacam itu semestinya tidak boleh terjadi.

“Maka, kami melakukan teguran keras itu kepada satuan pelayanan jika melakukan hal tersebut,” ujar dia.

Selain memberikan teguran, BGN juga akan kembali memberikan pelatihan kepada SPPG yang bersangkutan, terutama bagian penjamah makanan. Hal itu dilakukan untuk mencegah tidak terjadi lagi keracunan akibat MBG.

Dia mengatakan, BGN akan menyetop pemasok bahan makanan tersebut apabila ditemukan ketidaksegaran atau kejanggalan lainnya. “Kalau sumbernya itu dari bahan makanan, jadi bahan makanannya harus kita cek dari mana asal suppliernya. Begitu kita tahu suppliernya maka kita akan berikan teguran ke supplier tersebut. Kalau dia tidak ada perbaikan kita stop supplier tersebut,” kata Tigor.

Tigor memastikan, BGN tetap akan bertanggung jawab dalam penanganan dan pembiayaan medis para siswa yang mengalami keracunan. Para korban juga akan diberikan asuransi. “Kami bekerja sama dengan Puskesmas (menanggung) seluruh biaya pengobatan itu oleh BGN,” kata dia. (yul)

Editor

Recent Posts

China Masters 2026: An Se Young Melaju Ke Semifinal, Siap Cetak Hattrick?

SHENZHEN — China Masters 2026 atau LI-NING China Masters 2026 berlangsung mulai 1 hingga 6…

2 jam ago

Asian Games 2026: Seragam Resmi Tim Indonesia Diluncurkan

JAKARTA - Asian Games 2026 berlangsung di Aichi-Nagoya Jepang. Seragam resmi Tim Indonesia diluncurkan dengan…

3 jam ago

Harga Emas Jum’at 4/9/2026 Antam Rp 2.670.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 4/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

3 jam ago

Pabrik BYD Karawang Resmi Beroperasi, Topang Ekosistem EV Indonesia

JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai bagian dari transformasi…

6 jam ago

Karya Seniman Difabel Terpampang di Bandara Husein

BANDUNG - Keterbatasan tidak menghalangi Maulana Yusuf As-Shauqi, atau yang akrab disapa Uqi, untuk berkarya.…

6 jam ago

Jonggol Kekeringan, Pemkab Bogor Turun Tangan

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan langkah penanganan terhadap dampak kekeringan pada lahan…

6 jam ago

This website uses cookies.