IBL
SATUJABAR, JAKARTA – Komite Perangkat Pertandingan IBL memberikan penjelasan terkait situasi 8-second violation yang terjadi pada pertandingan pertama playoff IBL GoPay 2026 antara Rans Simba Basketball melawan Pelita Jaya Jakarta pada 24 Mei 2026 yang sempat menimbulkan banyak pertanyaan.
Melalui keterangan resmi IBL Indonesia, keputusan wasit Rendy Putra tersebut merupakan correct call sesuai dengan ketentuan FIBA Official Basketball Rules 2024 mengenai aturan delapan detik.
Situasi tersebut terjadi pada sisa waktu 23,3 detik kuarter keempat saat Rans Simba Basketball melakukan transisi serangan setelah mendapatkan penguasaan bola dari Pelita Jaya Jakarta. Setelah Aaron Fuller menguasai bola di backcourt, shot clock direset menjadi 24 detik karena telah terjadi perubahan penguasaan bola.
Dalam proses membawa bola menuju front court, Aaron Fuller mencoba memberikan umpan kepada KJ Buffen. Bola kemudian ditepis oleh pemain Pelita Jaya Jakarta, Perrin Buford, hingga keluar lapangan. Saat bola dinyatakan out of bounds, shot clock menunjukkan angka 21 detik dan penguasaan bola tetap menjadi milik Rans Simba Basketball.
BACA JUGA: Dieng Caldera Race 2026 : Cara Mudah Dapatkan Slot Lewat bank bjb
Setelah inbound dilakukan, hitungan delapan detik dilanjutkan karena tidak terjadi perubahan penguasaan bola. Ketika total waktu penguasaan bola Rans Simba Basketball di backcourt telah mencapai delapan detik, shot clock menunjukan angka 15, perangkat pertandingan memutuskan terjadinya 8-second violation terhadap KJ Buffen. Pada saat peluit dibunyikan, shot clock menunjukkan angka 15 detik.
Keputusan tersebut sesuai dengan FIBA Official Basketball Rules 2024 Pasal 28 tentang Eight Seconds, yang menyatakan bahwa tim yang menguasai bola di backcourt wajib menyebabkan bola memasuki front court dalam waktu maksimal delapan detik sejak kontrol bola dimulai.
Dalam interpretasi aturan FIBA, hitungan delapan detik tidak akan direset apabila bola hanya ditepis lawan dan keluar lapangan selama penguasaan bola tetap berada pada tim yang sama. Karena penguasaan bola tetap dimiliki oleh Rans Simba Basketball setelah bola keluar lapangan, maka hitungan delapan detik tetap dilanjutkan dan tidak dimulai ulang.
Pendapat tentang correct call diatas juga menjadi atensi John Rearden yang merupakan IBL Referee Development Advisor yang pada malam itu hadir mengawasi jalannya pertandingan dan cukup menyayangkan protes berlebihan yang dilakukan oleh team kepada personil perangkat pertandingan terkait keputusan yang tepat diambil pada situasi tersebut pasca pertandingan.
SATUJABAR, BANDUNG – Pembungkus daging kurban selain kantung kresek yang dapat digunakan agar proses kurban…
SATUJABAR, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak seluruh masyarakat…
SATUJABAR, JAKARTA – Lonjakan diabetes pada remaja didorong salah satunya akibat gaya hidup. Penyakit diabetes…
SATUJABAR, BOGOR--Aksi pembunuhan sadis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan cara melempar korbannya dari atas…
Asesor profesional menurut Kemenperin salah satunya adalah untuk mendukung percepatan industrialisasi nasional. SATUJABAR, JAKARTA -…
SATUJABAR, BANDUNG--Lautan bobotoh memenuhi ruas utama jalanan Kota Bandung, saat pawai kemenangan Persib Bandung juara…
This website uses cookies.