Berita

Potensi Cuaca Ekstrem Saat Musim Haji, Jemaah Diimbau Waspada dan Bijak

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Arab Saudi, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi secara merata di wilayah barat dan timur, mencakup Makkah, Madinah, Thaif, hingga Riyadh.

SATUJABAR, MADINAH – Musim di Arab Saudi memasuki fase perubahan. Suhu di Makkah dan Madinah sudah mulai meningkat drastis. Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi perubahan cuaca di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menyampaikan imbauan yang mengacu pada edaran Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi yang meminta masyarakat untuk tetap berada di lokasi aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar saat terjadi hujan atau cuaca ekstrem.

“Masyarakat diminta untuk tetap berada di lokasi yang aman dan meningkatkan kewaspadaan saat terjadi perubahan cuaca. Penting untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti arahan petugas,” ujar Budi, Selasa (21/04/2026) dikutip laman Kemenhaj.

Ia menambahkan, masyarakat juga diminta untuk mematuhi seluruh instruksi resmi yang disampaikan melalui berbagai media, termasuk platform media sosial.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Arab Saudi, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi secara merata di wilayah barat dan timur, mencakup Makkah, Madinah, Thaif, hingga Riyadh.

Meski demikian, Budi memastikan layanan kepada jemaah tetap berjalan normal, meliputi akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Kemenhaj juga terus meningkatkan edukasi serta kesiapsiagaan petugas, khususnya dalam aspek kesehatan, agar pelayanan kepada jemaah tetap optimal.

“Layanan kepada jemaah tetap berjalan seperti biasa, yang kita lakukan adalah meningkatkan edukasi dan kesiapsiagaan petugas agar mampu mendampingi jemaah dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah,” jelasnya.

Seiring perkembangan cuaca, jemaah diimbau untuk menyesuaikan aktivitas ibadah. Apabila kondisi tidak memungkinkan, seperti hujan deras, panas ekstrem, pelaksanaan shalat dan bimbingan manasik dapat dilakukan di hotel.

“Daripada memaksakan diri dan berpotensi mengganggu kesehatan, sebaiknya ibadah dilakukan di hotel saat kondisi cuaca tidak mendukung,” katanya.

Editor

Recent Posts

Thomas & Uber 2026: Jadi Laga Pertamanya, Dhinda & Thalita Sangat Excited

HORSENS, DENMARK – Tim Indonesia terus mematangkan pelatihan jelang Piala Thomas & Uber 2026. Pada…

29 menit ago

Thomas & Uber 2026: Ubed Tak Sabar Jajal Laga Perdananya

SATUJABAR, HORSENS DENMARK – Bagi Mohammad Zaki Ubaidillah, inilah kali pertama masuk ke tim Indonesia…

37 menit ago

Uji Jalan B50 Sektor Otomotif, Kementerian ESDM: Tunjukkan Hasil Aman

  LEMBANG - Di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga energi, Pemerintah…

8 jam ago

Alhamdulillah! RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Sah Jadi Undang-Undang

SATUJABAR, JAKARTA – Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) akhirnya sah menjadi…

8 jam ago

Sakit Hati, Martin Tewas Ditikam Teman di Kontrakan di Bandung

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus kematian pria bersimbah darah di sebuah kamar kontrakan di Kota Bandung, Jawa Barat,…

9 jam ago

Kasus Kematian Siswa SMAN 5 Bandung, 6 Orang Jadi Tersangka

SATUJABAR, BANDUNG--Babak baru, kasus penyerangan yang mengakibatkan kematian siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5…

12 jam ago

This website uses cookies.