Berita

Posisi Hilal Sulit Diamati, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Astronom Bosscha

Jika gagal melihat hilal, maka pengamal rukyat akan menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

SATUJABAR, BANDUNG — Bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Ramadhan tahun ini diperkirakan akan jatuh pada 1 Maret 2025 mendatang. Kendati demikian, astronom dari Observatorium Bosscha Bandung, Muhammad Yusuf mengungkapkan, masih ada potensi terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan tahun ini.

“Potensi perbedaan akan ada untuk 1 Ramadhan nanti, karena untuk pengamal rukyat itu akan membutuhkan verifikasi, bisa melihat hilal atau tidak,” ujar Yusuf saat ditemui usai menjadi narasumber dalam acara “Catch the Moon Ramadan Kareem”.

Dia menjelaskan, sebagian besar pengamal hisap dan imkanur rukyat di Indonesia sebenarnya sudah hampir bisa menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 H akan jatuh pada 1 Maret 2025. Namun, menurut dia, posisi hilal pada 28 Februari 2025 nanti akan sulit diamati.

“Nah, saya perlu ceritakan bahwa pada tanggal 28 Februari nanti, itu posisi hilalnya agak sulit untuk diamati,” ucap Yusuf.

“Jadi, sangat mungkin akan ada kegagalan untuk melihat hilal,” ucap Yusuf.

Jika gagal melihat hilal, kata dia, maka pengamal rukyat akan menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Sehingga, bulan Ramadhan akan jatuh pada 2 Maret 2024.

“Sebagian besar ulama itu memerlukan verifikasi bulannya bisa dilihat. Kalau bulan itu tidak bisa kita lihat, maka itu harus digenapkan menjadi 30 hari,” kata Yusuf.

Jadi, tambah dia, ada beberapa hal yang membuat awal Ramadhan tahun ini berpotensi berbeda. Pertama, karena posisi hilalnya memang agak sulit.

“Artinya bulannya akan sangat tipis. Pada kondisi tersebut, meskipun cerah sekalipun, itu masih agak sulit untuk diamati,” jelas dia.

Kedua, lanjut dia, cuaca di Indonesia saat ini masih bulan hujan, sehingga hilalnya kemungkinan besar akan tertutup awan.

Sementara, menurut kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Jika menggunakan kriteria tersebut, kata Yusuf, maka sebenarnya wilayah Aceh sudah memenuhi kriteria tersebut.

“Jadi, untuk menetapkan tanggal 1 Ramadhan melalui kriteria tadi, itu sebenarnya sudah bisa,” ucap Yusuf. (yul)

Editor

Recent Posts

4 Pelaku Penganiayaan Petugas Jaga Perlintasan KA di Garut Ditangkap

SATUJABAR, GARUT--Empat pelaku penganiayaan terhadap petugas jaga perlintasan kereta api di Kabupaten Garut, Jawa Barat,…

6 jam ago

Japan Open 2026: Raymond/Joaquin Kandas di 32 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

6 jam ago

Japan Open 2026: Rachel/Febi Kandas di 32 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

7 jam ago

Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Melaju ke 16 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

7 jam ago

AMSI Sesalkan Gugatan Perdata terhadap Empat Media di Bali, Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima

SATUJABAR, JAKARTA - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyesalkan gugatan perdata terhadap empat perusahaan media…

7 jam ago

Pengguna Face Recognition Tembus 5,5 Juta Pada Semester I 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh…

8 jam ago

This website uses cookies.