Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Posko Mudik di Rest Area KM 57 Tol Japek.(Foto:Istimewa).
BANDUNG – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengumumkan adanya penurunan signifikan dalam angka kecelakaan lalu lintas (lalin) dan jumlah korban meninggal dunia selama arus mudik Lebaran 2025. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pun memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas pencapaian ini, yang dinilai sebagai hasil dari sinergi yang kuat antar berbagai pihak terkait.
Menhub Dudy menegaskan bahwa penurunan kecelakaan lalin ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Kepolisian (Korlantas), pemerintah daerah, lintas kementerian, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini sudah dimulai sejak awal 2025 untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan selama proses mudik Lebaran.
“Alhamdulillah, kami mencatat penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia selama periode arus mudik tahun ini. Ini hasil kerja keras bersama antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait,” kata Menhub Dudy dalam inspeksinya di jalan tol Jakarta-Cikampek, Rabu (2/4).
Menhub Dudy juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran, baik di jalur darat, laut, maupun udara. Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian dan pemerintah daerah, menurut Menhub, menekankan pentingnya penerapan protokol keselamatan yang ketat di semua moda transportasi.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2025 tercermin dari penurunan angka kecelakaan. Sejak operasi dimulai pada 23 Maret hingga 2 April 2025, jumlah kecelakaan turun signifikan dari 2.152 kasus menjadi 1.477 kasus, atau turun sebesar 31,37%.
Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga berkurang drastis, dari 324 korban pada 2024 menjadi 223 korban pada 2025, yang berarti turun sebesar 32%. Kakorlantas memastikan bahwa pengamanan arus balik Lebaran 2025 akan tetap diperkuat dengan berbagai strategi seperti pengalihan arus, sistem one way, dan contraflow.
Menhub Dudy juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, yang turut berperan besar dalam tercapainya hasil positif ini. Penggunaan sabuk pengaman, helm, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta memilih hari mudik yang fleksibel dan memanfaatkan transportasi umum, dianggap sebagai faktor utama.
“Keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita terus jaga keselamatan kita dan orang lain di jalan raya dengan selalu mematuhi aturan dan menjaga kewaspadaan. Mari kita saling respek,” ajak Menhub.
Menhub Dudy berharap hasil positif yang dicapai selama arus mudik Lebaran 2025 ini dapat menjadi motivasi untuk terus memperbaiki sistem transportasi dan keselamatan lalu lintas di masa depan. Berbagai kebijakan seperti bekerja dari mana saja (WFA), mudik gratis, penurunan tarif tiket pesawat, diskon tarif tol, dan rekayasa lalu lintas, telah memberikan dampak positif pada kelancaran mudik Lebaran tahun ini.
BANDUNG – Indonesia vs Korea Selatan 1-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia dalam Piala Asia atau…
SATUJABAR, BOGOR -- Seorang pengendara sepeda motor 'nyasar' masuk ke Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), saat…
BANDUNG -– Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus bersama dengan Kapolres Bogor AKBP…
Mahasiswa tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah, tetapi juga mendapatkan tunjangan biaya hidup. SATUJABAR, BANDUNG…
Kapal tersebut sedang dalam perawatan dan tidak termasuk dalam lintasan Merak–Bakauheni, sehingga tidak mengganggu arus…
BANDUNG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung akan menggelar kegiatan Imbauan Simpatik…
This website uses cookies.