Dua anggota Polres Sukabumi, Jawa Barat, Brigadir Akka Mahpudin dan Bripka Sandi Praja, menunjukkan dedikasi luar biasa dengan mendirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) gratis bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Brigadir Akka mendirikan SMK Bhayangkara di Cisolok, sementara Bripka Sandi membangun SMK Tunas Bhayangkara di Cidahu. (Foto: Istimewa)
BANDUNG – Polisi bangun SMK gratis bagi anak yatim dan putus sekolah di Sukabumi.
Polisi bangun SMK gratis, mereka adalah dua anggota Polres Sukabumi, Jawa Barat, Brigadir Akka Mahpudin dan Bripka Sandi Praja.
Keduanya menunjukkan dedikasi luar biasa dengan mendirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) gratis bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu.
Brigadir Akka mendirikan SMK Bhayangkara di Cisolok, sementara Bripka Sandi membangun SMK Tunas Bhayangkara di Cidahu.
Kedua sekolah ini memiliki tujuan mulia, yakni memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan biaya.
“Kami ingin memberikan solusi bagi penerus bangsa yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan, tetapi terkendala secara finansial,” ujar Brigadir Akka melalui keterangan resmi.
Brigadir Akka bahkan menghibahkan rumahnya untuk dijadikan asrama bagi siswa-siswi yang tinggal jauh dari SMK Bhayangkara. Saat ini, sekolah tersebut memiliki sekitar 80 siswa.
Sementara itu, Bripka Sandi menggunakan tabungannya selama 14 tahun untuk membangun SMK Tunas Bhayangkara. Motivasi besar di balik pendirian sekolah ini berasal dari amanat almarhum ibunya yang berpesan agar ia menjadi polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam waktu dua tahun, jumlah siswa di SMK Tunas Bhayangkara telah mencapai 95 orang.
Selain mendirikan sekolah, kedua anggota polisi ini aktif mengajak warga setempat untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang SMK. Usaha mereka telah membuahkan hasil yang nyata, menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekitar mereka.
“Kami terus berupaya memfasilitasi agar anak-anak bisa melanjutkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Brigadir Akka. Sementara itu, Bripka Sandi menambahkan, “Saya akan terus berkomitmen membantu masyarakat untuk memastikan pendidikan menjadi prioritas utama.”
Dedikasi dan perjuangan Brigadir Akka dan Bripka Sandi membuktikan bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang kurang beruntung.
SATUJABAR, BANDUNG – Piala Dunia 2026 memasuki perebutan tempat ketiga dan ke-empat. Pada Sabtu 18…
SATUJABAR, BANDUNG - Cibaduyut selama puluhan tahun dikenal sebagai sentra industri alas kaki di Kota…
SATUJABAR, BANDUNG - Komunitas Edan Sepur Indonesia menggelar kegiatan Simpang Sejuta Selamat di kawasan Simpang…
SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menerima…
SATUJABAR, SHANGHAI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan bilateral tingkat…
SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…
This website uses cookies.