Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Polda Jawa Barat telah menyelesaikan sebanyak 21.471 perkara dari 38.520 perkara yang ditangani sepanjang tahun 2025. Jumlah perkara, mulai tindak pidana umum, tindak pidana khusus, kasus penyalahgunaan narkoba, hingga kejahatan siber, mengalami kenaikan dua persen, atau 883 perkara dibandingkan tahun 2024.
Menurut Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, sepanjang tahun 2025, Polda Jawa Barat menangani sebanyak 38.520 perkara tindak pidana. Dalam catatan tersebut, sebanyak 21.471 perkara telah diselesaikan di tahun 2025.
Rudi mengatakan, terjadi kenaikan jumlah perkara sebesar dua persen, atau sebanyak 883 perkara dibandingkan tahun 2024. Kenaikan tersebut, dinilainya masih dalam batas wajar.
“Puluhan ribu perkara tersebut, meliputi tindak pidana umum, tindak pidana khusus, kasus penyalahgunaan narkoba, serta kejahatan siber. Kenaikan lebih banyak disumbang oleh kejahatan konvensional,” ujar Rudi saat menyampaikan rilis akhir akhir tahun 2025, di Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat, Senin (29/12/2025) malam.
Rudi merinci, dari 38.520 perkara, berasal dari tindak pidana umum 21.046 kasus, tindak pidana khusus 406 kasus, penyalahgunaan narkoba 3.482 kasus, serta kejahatan siber 156 kasus. Polda Jawa Barat terus memperkuat pencegahan dan pemberantasan dengan masih tingginya kasus penyalahgunaan narkoba, begitupun menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi atas beragamnya modus kejahatan siber.
Sepanjang tahun 2025, Polda Jawa Barat juga mencatat angka kecelakaan lalu-lntas yang turun signifikan. Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dan catatan evaluasi akhir tahun.
Data Polda Jawa Barat mencatat, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu-lintas sepanjang tahun 2025 sebanyak 2.184 orang. Pada tahun 2024, angkanya mencapai 3.409 orang.
“Korban meninggal dunia akibat laka lantas di tahun 2025 turun 36 persen, dibandingkan tahun lalu (tahun 2024). Sebuah capaian yang patut terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkap Rudi.
Rudi mencatat, meski tingkat fatalitas menurun, jumlah kejadian kecelakaan justru naik tupis. Sepanjang tahun 2025, terjadi 9.016 kejadian kecelakaan lalu-lintas. Terpenting adalah, bagaimana Polda Jawa Barat bisa menekan fatalitas.
Rudi menegaskan, kejahatan transnasional secara keseluruhan mengalami penurunan signifikan. Sepanjang tahun 2025, Polda Jawa Barat hanya mencatat 12 perkara kejahatan, jauh lebih rendah jika dibandingkan tahun 2024.
“Penurunan ini menunjukkan efektivitas pencegahan dan penindakan lintas sektoral. Penguatan di bidang intelijen dan pengawasan wilayah berperan penting,” tegas Rudi.
Rudi juga menyinggung kejahatan yang berimplikasi kontinjensi yang mengalami penurunan cukup tajam. Kondisi tersebut, menandakan stabilitas sosial di wilayah hukum Polda Jawa Barat relatif terjaga. Masalah keamanan bukan semata-mata tanggungjawab kepolisian, juga peran dan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
SATUJABAR, BANDUNG-- Youtuber sekaligus Streamer, Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob, tersangka ujaran kebencian terhadap Suku…
SATUJABAR, GARUT--Puluhan calon pengantin di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menjadi korban penipuan jasa wedding…
SATUJABAR, JAKARTA – Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang kerap terjadi di sejumlah wilayah…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin…
SATUJABAR, SEMARANG – Sepertinya tempat ini sangat layak untuk dikunjungi. Kini, Stasiun Tuntang di Semarang…
SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat siap menindaklanjuti adanya ancaman pembunuhan di ruang digital yang diterima pemain…
This website uses cookies.