Berita

Polda Jabar Bantah Korban Pemerkosaan Oknum Dokter Priguna Cabut Laporan dan Upaya Restorative Justice

SATUJABAR, BANDUNG – Proses penyelidikan dan penyidikan kasus pemerkosaan yang dilakukan oknum dokter residen anestesi, Priguna Anugerah Pratama, 31 tahun, terus berjalan. Polda Jawa Barat (Jabar) membantah informasi keluarga korban mencabut laporan dan adanya upaya restorative justice, atau perdamaian atas kasus kekerasan seksual dialami anak pasien dan dua pasien Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Proses penyelidikan dan penyidikan terus berjalan. Tidak ada pencabutan laporan, tidak ada upaya RJ (restorative justice), dan lainnya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol. Surawan, kepada wartawan, di Markas Polda (Mapolda) Jabar, Jum’at (11/05/2025).

Keterangan adanya pencabutan laporan keluarga korban, sempat diutarakan kuasa hukum Priguna Anugerah Pratama, yang telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolda Jabar. Bahkan, kuasa hukum tersangka sempat menunjukkan bukti tertulis perdamaian dan pencabutan tersebut.

Surawan menegaskan, tidak ada upaya-upaya tersebut. Apalagi upaya restorative justice, tidak bisa dilakukan.

Sebelumnya, Ferdy Rizky Adilya selalu kuasa hukum tersangka, menyatakan, sebelum kasus berlanjut di Polda Jabar sudah ada upaya damai dengan keluarga korban. Tersangka melalui perwakilan keluarga disebutkan telah bertemu dengan korban dan pihak keluarga, menyampaikan permintaan maaf secara langsung, hingga akhirnya diselesaikan dengan baik, kekeluargaan dan upaya perdamaian secara tertulis.

Dalam pernyataan yang disampaikan dalam keterangan pers, kuasa hukum tersangka sempat menunjukan bukti perdamaian yang ditandatangani dan disertai materai. Begitupun bukti pencabutan laporan pada 23 Maret 2025, disebutkan sebagai tanggal korban melaporkan ke Polda Jabar.

Ferdy mengungkapkan, meski laporan polisi sempat dicabut, karena kasus pemerkosaan dialami korban merupakan delik pidana, Polda Jabar tetap melanjutkan proses hukum. Kliennya, Priguna juga siap menghadapi masalah hukum, yang menjeratnya.

Ditreskrimum Polda Jabar, menyatakan, tersangka dalam kasus pemerkosaan terhadap seorang anak pasien dan dua pasien RSHS, baru tersangka tunggal, PAP (Priguna Anugerah Pratama). Belum ada penambahan tersangka, dan dipastikan proses penyelidikan dan penyidikan kasusnya terus berjalan.

“Sejauh ini, dari keterangan, petunjuk, dan bukti yang ada, belum ada tersangka baru. Tersangka masih satu, belum ada penambahan tersangka lain,” tutup Surawan.(chd).

Editor

Recent Posts

Peresmian Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan, Tonggak Kebangkitan Budaya Daerah Lewat Optimalisasi Ruang Publik

SATUJABAR, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menandai satu tahun aktivitas…

17 jam ago

Bencana di Kab. Cirebon Sepanjang Tahun 2025 Capai 234 Peristiwa

SUMBER — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 234 kejadian bencana sepanjang…

18 jam ago

Prabowo Kukuhkan Pengurus MUI 2025-2025, Ini Pesan Presiden

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan antara ulama dan umara merupakan kunci…

18 jam ago

Pesan Ketum KONI Pusat Kepada Pengurus Pusat Federasi Savate Indonesia: Sosialisasikan Savate…

SATUJABAR, JAKARTA - Setelah resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Rapat…

18 jam ago

Final AFC Futsal Asian Cup 2026: Indonesia Belum Saatnya Juara, Dikalahkan Iran Lewat Drama Adu Penalti 4-5

SATUJABAR, JAKARTA – Timnas futsal putra Indonesia memberikan perlawanan yang luar biasa terhadap langganan juara…

18 jam ago

Badminton Asia Team Championship 2026: Beregu Putra Indonesia Kandas di Semifinal

SATUJABAR, QINGDAO CHINA – Tim putra Indonesia kandas di babak semifinal Badminton Asia Team Championship…

18 jam ago

This website uses cookies.