Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Polda Jawa Barat siap menindaklanjuti adanya ancaman pembunuhan di ruang digital yang diterima pemain Persib Bandung, Tom Haye, usai menjamu Persija Jakarta dalam laga Pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/01/2026). Polda Jawa Barat memastikan akan memprosesnya, jika ancaman tersebut sudah dilaporkan secara resmi.
“Belum ada. Laporan (ancaman pembunuhan pemain Persib) belum masuk,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, dalam keterangananya, Rabu (14/01/2025).
Hendra mengatakan, pihak kepolisian siap menerima laporan resmi dari pihak Thom Haye, atau Manajemen Persib Bandung, terkait adanya acaman pembunuhan sebagai peristiwa tindak pidana. Polda Jawa Barat memastikan akan memprosesnya, jika sudah dilaporkan secara resmi.
“Kami mempersilahkan kehadiran Thom Haye maupun Kuasa Hukum Persib Bandung di Mapolda Jabar. Datang untuk membuat laporan resmi,” kata Hendra.
Pemain Persib Bandung, Thom Haye mengaku, dirinya dan keluarga mendapat ancaman pembunuhan di media sosial. Ancaman pembunuhan disampaikan pemain Timnas Indonesia tersebut, melalui unggahan di media sosial Instagramnya
Manajemen Persib Bandung, juga buka suara atas ancaman pembunuhan ditujukan kepada Tom Haye. Adhi Pratama selaku Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), menyayangkan sekaligus mengecam tindakan tersebut, yang sudah melampaui batas, bukan lagi sebagai kritik tapi sudah ujaran kebencian, rasisme, hingga ancaman menghilangkan nyawa.
“Kami menyayangkan sekaligus mengecam, adanya pesan-pesan bernada ancaman, ujaran kebencian, rasisme, hingga pembunuhan yang diterima pemain kami, Thom Haye. Ancaman disampaikan lewat media sosial pasca pertandingan Persib melawan Persija, pada Minggu, 11 Januari 2026,” ujar Adhi dalam keterangannya.
Adhi menegaskan, sepak bola tidak boleh menjadi ruang bagi kekerasan verbal, atau intimidasi dalam bentuk apapun. Persib Bandung menilai ancaman tersebut, sangat bertentangan dengan nilai dasar olahraga, yang menjunjung tinggi sportivitas, kedewasaan, dan rasa saling menghormati.
“Persib Bandung menegaskan, segala bentuk kekerasan verbal, ancaman, dan rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Sepak bola harus menjadi ruang pemersatu, menjunjung tinggi sportivitas, fair play, kedewasaan, dan rasa saling menghormati, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tegas Adhi.
Adhi mengakui, rivalitas merupakan bagian tidak terpisahkan dari sebuah kompetisi, terlebih dalam laga sarat gengsi Persib melawan Persija. Namun, rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian personal, terlebih mengancam keselamatan individu.
“Kami memahami bahwa rivalitas bagian dari dinamika kompetisi. Namun, rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian personal yang mengancam keselamatan individu. Kritik terhadap permainan adalah hal wajar, tetapi intimidasi, rasisme, dan ancaman menghilangkan nyawa adalah perbuatan pidana dan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Adhi.
Sebagai klub profesional, Persib Bandung berkomitmen terus mendukung kampanye ‘Stop Racism’ untuk menciptakan iklim sepak bola yang aman serta bermartabat. Persib Bandung mengajak seluruh elemen sepak bola, termasuk supporter semua tim, untuk bersama-sama menjaga sportivitas dan kondusivitas.
“Persib Bandung mendukung penuh komitmen bersama untuk ‘Stop Racism’, dan mengajak seluruh insan sepak bola, termasuk suporter dari semua klub, bersama-sama menjaga iklim sepak bola Indonesia yang aman, sehat, dan bermartabat,” jelas Adhi.
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Rabu 14/1/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.665.000…
SATUJABAR, SUMEDANG - Universitas Padjadjaran meresmikan Padjadjaran Center For Sweet Potato Research and Innovation Excellence…
SATUJABAR, BANDUNG – Rekomendasi saham Rabu (14/1/2026) emiten Jawa Barat. Berikut harga saham perusahaan go…
SATUJABAR, CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk membuka…
SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pembuangan kucing secara sembarangan…
SATUJABAR, BANDUNG – Ternyata ada rumah di Kota Bandung yang langsung membuang limbahnya ke sungai…
This website uses cookies.