Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan memimpin rapat koordinasi pengamanan laga Persib vs Persija di Stadion GBLA, Minggu (11/01/2026).(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Polda Jawa Barat mengambil alih pengamanan laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta Pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pengamanan diambil alih dan akan dilakukan super ketat, salah satu alasannya tidak menginginkan tragedi kematian memilukan supporter terulang kembali.
Laga klasik Persib Bandung melawan Persija Jakarta Pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yang akan digelar Minggu (11/01/2026), mulai pukul 15.30 WIB, dipastikan akan mendapatkan pengamanan super ketat. Polda Jawa Barat akan mengambil alih pengamanan laga yang akan menyedot perhatian puluhan ribu bobotoh untuk hadir langsung menyaksikan di stadion.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan, langkah pengamanan diambil alih Polda Jawa Barat agar koordinasi dengan berbagai instansi, seperti Polda Metro Jaya maupun Mabes Polri bisa dilakukan tanpa menemui hambatan. Selain itu, salah satu alasannya, tidak menginginkan tragedi kematian memilukan supporter bernama Haringga Sirla, tahun 2018 lalu, terulang lagi di Stadion GBLA.
“Belajar dari peristiwa tahun 2018 lalu (kematian supporter), makanya kita ambil ke tingkat Polda. Pengamanan (laga Persib vs Persija) kali ini saya take over, saya yang mengambil sehingga saya bisa berkoordinasi dengan Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya,” tegas Rudi, seusai memimpin rapat pengamanan laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Markas Polrestabes (Mapolrestabes) Bandung, Kamis (08/01/2026).
Rudi memastikan, sejumlah antisipasi sudah disiapkan untuk pengamanan ketat laga Persib melawan Persija. Kekuatan personel Polres di wilayah hukum Polda Jawa Barat akan dimaksimalkan, terutama berdekatan dengan wilayah Jakarta.
“Kita ingin mengajak semua supporter sepakbola di Indonesia, khususnya di Jawa Barat lebih berbudaya dan lebih beradab. Kita akan sajikan pelayanan yang terbaik, sehingga pertandingan tanggal 11 Januari nanti, enak dinikmati oleh kita semua,” ajak Rudi.
Rudi mengajak bukan hanya kepada supporter yang hadir, tetapi juga masyarakat Jawa Barat umumnya. Polri hadir untuk melayani teman-teman bobotoh, supaya aman selama berada di Stadion GBLA, menyaksikan pertandingan dan bisa kembali ke rumahnya dalam keadaan nyaman.
Polda Jawa Barat juga menyiapkan titik-titik lokasi nonton bareng buat para bobotoh yang tidak kebagian tiket menonton langsung di Stadion GBLA. Upaya tersebut untuk memfasilitasi para suporter yang ingin menonton tanpa harus memaksakan ke stadion.
“Yang menariknya juga buat para bobotoh, nanti kita akan mengadakan nobar ya. Nah, nobar di beberapa daerah supaya seluruh bobotoh di Jawa Barat ini benar-benar bahagia bisa menyaksikan bareng-bareng pertandingan nanti,” kata Rudi.
Rudi mengungkapkan, sebanyak 3.000 kekuatan personel gabungan disiapkan untuk mengamankan pertandingan di Stadion GBLA. Laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta akan dipadati sekitar 26 ribu penonton, setelah tiket yang tersedia sudah ludes terjual.
Pengamanan juga diperketat untuk mengantisipasi barang-barang berbahaya dan terlarang bisa lolos masuk ke area stadion. Pemeriksaan akan diberlakukan di beberapa titik.
“Pemeriksaan akan kami berlakukan di beberapa titik. Kami menghimbau supaya teman-teman bobotoh tidak membawa barang-barang yang dilarang dan membahayakan, seperti flare, senjata tajam, minuman keras, dan lain sebagainya,” ungkap Rudi.
Pemeriksaan juga meliputi body checking, pemeriksaan beberapa kali sampai tiga kali akan dilakukan, sehingga sampai di Stadion GBLA sudah dalam keadaan bersih. Tindakan sterilisasi juga akan dilakukan di area Stadion GBLA, sejak pagi hari.
Polda Jawa Barat dalam pengamanannya akan menyekat potensi kedatangan suporter Persija Jakarta ke Stadion GBLA. Polisi turut memonitor ruang siber untuk memantau aksi ajakan suporter tamu datang langsung ke Stadion GBLA.
“Semua pihak harus mematuhi peraturan PSSI, dan tidak diperbolehkan supporter dari lawan hadir. Semua ruang kita akan lakukan monitoring, termasuk ruang siber, jika ada ajakan, ada tantangan, dan sebagainya, akan kita monitor supaya bisa diantisipasi. Termasuk juga pintu-pintu masuk ke wilayah Jawa Barat, mulai kereta api, angkutan darat, dan sebagainya, akan kita lakukan penjagaan,” tutup Rudi.
SATUJABAR, BANDUNG-- Youtuber sekaligus Streamer, Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob, tersangka ujaran kebencian terhadap Suku…
SATUJABAR, GARUT--Puluhan calon pengantin di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menjadi korban penipuan jasa wedding…
SATUJABAR, JAKARTA – Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang kerap terjadi di sejumlah wilayah…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin…
SATUJABAR, SEMARANG – Sepertinya tempat ini sangat layak untuk dikunjungi. Kini, Stasiun Tuntang di Semarang…
SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat siap menindaklanjuti adanya ancaman pembunuhan di ruang digital yang diterima pemain…
This website uses cookies.