Tutur

Peternak Muda dari Desa Tolengas Sumedang, Sukses Kembangkan Usaha Peternakan Berbasis Integrated Farming

Muhammad Yusuf (29), peternak muda asal Desa Tolengas, Kecamatan Tomo, telah membuktikan bahwa dunia peternakan memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat. Yusuf, yang berasal dari Dusun Kokoncong, memulai usaha peternakannya bernama Zubair Berkah Farm sejak 2022. Kini, ia berhasil mengembangkan peternakan sapi dan domba berbasis integrated farming, yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

“Awalnya saya hanya ingin mencoba usaha penggemukan sapi, namun saya menyadari bahwa peternakan harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari situ, saya mulai melibatkan petani lokal dalam proses pengelolaan sapi dan domba di kandang saya,” ungkap Yusuf saat ditemui di kandangnya, Kamis, 5 Desember 2024.

Yusuf memilih Dusun Kokoncong sebagai lokasi peternakannya karena potensinya yang luar biasa. Dengan sumber daya alam hijau yang melimpah, daerah ini cocok untuk mendukung usaha peternakan. Selain itu, keberadaan rumput pakan yang tersedia sepanjang tahun dan masyarakat yang terbuka untuk bekerja sama menjadi faktor penting kesuksesan usahanya.

Dalam mengelola ternaknya, Yusuf menerapkan sistem karantina ketat untuk menjaga kesehatan sapi dan domba. Ia juga memberikan vitamin, vaksinasi, serta pengobatan rutin seperti obat cacing. Salah satu inovasi terbesar yang diterapkan Yusuf adalah konsep integrated farming, di mana limbah ternak seperti kotoran sapi dan domba difermentasi menjadi pupuk organik yang digunakan untuk menyuburkan ladang rumput pakan ternak.

Selain itu, Yusuf memberdayakan masyarakat sekitar melalui skema bagi hasil. “Saya berikan beberapa sapi kepada petani lokal untuk dipelihara. Hasilnya nanti dibagi 50:50 saat panen,” jelasnya. Yusuf juga memberikan pelatihan kepada warga sekitar mengenai cara memelihara sapi, menjaga kesehatan ternak, serta pengolahan pupuk organik.

Dengan konsep ini, Yusuf tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Ia sedang mempersiapkan peluncuran produk pupuk organik hasil fermentasi kotoran sapi dari Zubair Berkah Farm untuk mendukung petani lokal.

“Dari ternak sapi, semuanya bisa dimanfaatkan, mulai dari daging, susu, hingga kotorannya. Dengan begitu, usaha peternakan ini tidak hanya menguntungkan, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.

Namun, Yusuf mengakui bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan usahanya adalah menjaga kesehatan ternak dan persaingan pasar. “Tahun lalu kami menghadapi wabah penyakit LSD yang mengharuskan kami ekstra hati-hati. Selain itu, sapi impor yang lebih murah juga cukup sulit disaingi. Namun, saya yakin sapi lokal dengan perawatan yang baik tetap bisa bersaing,” katanya.

Saat ini, Zubair Berkah Farm memiliki 35 ekor sapi jenis Limousin, Simental, dan Adapegon. Sapi-sapi ini diprioritaskan untuk kebutuhan pasar Idulfitri dan Iduladha. “Untuk Idulfitri, kami bisa memotong hingga 35 ekor sapi, sedangkan untuk Iduladha sekitar 15 ekor. Sisanya kami gunakan untuk penggemukan,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih kepada peternak lokal melalui program peningkatan pengembangbiakan sapi. “Seharusnya kita tidak hanya mengimpor sapi untuk dipotong, tetapi mulai mandiri dengan populasi sapi lokal. Dengan begitu, ketahanan pangan Indonesia akan semakin kuat,” harapnya.

Sebagai peternak milenial, Yusuf juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia peternakan. “Banyak yang berpikir peternakan itu kuno atau rumit, tapi lihat hasilnya. Dengan inovasi dan kerja keras, peternakan bisa menjadi usaha yang sangat menjanjikan, bahkan lebih dari pekerjaan kantoran,” tutup Yusuf.

Sumber: Humas Pemkab Sumedang

Editor

Recent Posts

Bali Spirit Festival Perkuat Posisi Indonesia di Industri Wellness Global

Berdasarkan data Global Wellness Institute tahun 2023, Indonesia menjadi kontributor terbesar wellness economy di Asia…

8 menit ago

Bupati Kuningan Apresiasi Atlet Beprestasi

Pemkab Kuningan juga memberikan berbagai bentuk apresiasi, baik berupa perlengkapan olahraga maupun dukungan pembinaan sebagai…

19 menit ago

Jelang Kurban 2026, Pemkot Siapkan Sistem Kurban Sehat dan Halal

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 58 persen penyakit yang menular ke manusia berasal dari hewan. Karena…

24 menit ago

Pemkot Bandung Terus Garuk Parkir Liar, Puluhan Kendaraan Ditertibkan

Dari hasil operasi, petugas berhasil menindak puluhan kendaraan yang melanggar. Sebanyak 5 sepeda motor diangkut.…

32 menit ago

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

KAA merupakan tonggak besar dalam sejarah diplomasi dunia yang memperkuat posisi Indonesia sebagai penghubung negara-negara…

39 menit ago

Liga Inggris 2025-2026: Liverpool Menangkan Derby Merseyside

SATUJABAR, BANDUNG – Liverpool mampu mencuri kemenangan di kandang Everton pada Derby Merseyside pada pekan…

51 menit ago

This website uses cookies.