Berita

Pertamina Trans Kontinental Gandeng Tesco Indomaritim Bangun Utility Boat 22 Pax

Lebih dari 60% distribusi energi nasional bergantung pada jalur laut, menjadikan keandalan dan kehandalan armada pendukung sebagai faktor krusial.

SATUJABAR, JAKARTA – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmikan proses pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax bersama PT Tesco Indomaritim melalui proses keel laying di Galangan Tesco Indomaritim, Babelan, Bekasi. Kegiatan keel laying menandai langkah besar PTK dalam mendukung distribusi dan ketahanan energi di Indonesia dengan memastikan kehandalan dan ketersediaan armada kapal yang dimiliki.

Direktur Utama PTK, I Ketut Laba menegaskan, keandalan layanan kapal dan operasional lepas sandar kapal di pelabuhan dalam mendukung ketahanan energi nasional merupakan wujud visi dan misi perusahaan.

“Dalam mewujudkan PTK menjadi perusahaan yang handal, bertumbuh dan berkelanjutan, PTK melakukan peremajaan dan penambahan kapal bertahap dan selektif sesuai kebutuhan pelanggan, bekerja sama dengan galangan nasional melalui proses lelang yang transparan dan akuntabel, dalam hal ini kami bekerja sama dengan PT Tesco Indomaritim” ujarnya di sela kegiatan Keel Laying, di Bekasi, Senin (20/4).

Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, sehingga tantangan distribusi energi menjadi yang terkompleks di dunia. Lebih dari 60% distribusi energi nasional bergantung pada jalur laut, menjadikan keandalan dan kehandalan armada pendukung sebagai faktor krusial.

Dalam sistem ini, kapal pendukung seperti Utility Boat memegang peran penting, yakni mengangkut personel, logistik, serta memastikan operasional migas lepas pantai (offshore) tetap berjalan. Kendala kecil pada satu titik saja dapat berdampak pada rantai pasok yang lebih luas.

Direktur Armada PTK, Dewi Susanti menambahkan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses bisnis PTK. “Seluruh desain dan pembangunan kapal mengacu pada standar keselamatan tinggi serta regulasi dari Badan Klasifikasi Indonesia. Dalam operasional energi, detail kecil bisa berdampak besar, sehingga semuanya harus dipastikan sejak awal,” jelasnya.

Pembangunan kapal ini turut mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan melibatkan galangan dalam negeri PT Tesco Indomaritim.

Direktur Tesco Indomaritim Jamin Basuki menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan. “Kami memahami bahwa kapal ini akan menjadi bagian penting dalam sistem energi. Karena itu, setiap proses kami jalankan dengan disiplin dan standar terbaik,” katanya.

Pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax diharapkan selesai pada 2027 dan PTK berencana akan meremajakan kapal sejenisnya, sehingga diharapkan dapat mendorong kinerja operasional PTK ke depan. Kapal juga memiliki desain yang lebih modern dan efisien. Dalam jangka panjang, diharapkan memacu peningkatan kinerja layanan marine dan mendukung distribusi energi untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia.

Editor

Recent Posts

Marak Kejahatan Jalanan Begal dan Curanmor di Bogor, Pelaku Diburu Polisi

SATUJABAR, BOGOR--Kasus kejahatan jalanan, aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) beberapakali terjadi di wilayah…

2 jam ago

Industri Batik: Kemenperin dan YBI Perkuat Daya Saing IKM

Industri batik konsisten mencatatkan kinerja positif. Nilai ekspor batik tahun 2025 mencapai US$30,62 juta atau…

2 jam ago

Pengusaha Indonesia – Filipina Kerja Sama Dagang Rp6,29 Triliun

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) imbal dagang…

2 jam ago

Gempa Sulut M 7,7, Peringatan Tsunami Berakhir

Gempa Sulut M 7,7 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (8/6) pukul…

2 jam ago

Terlibat Geng Motor, Tiga Siswa SMAN 1 Sindang Dipecat

SATUJABAR, INDRAMAYU - Tiga dari lima orang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sindang yang…

2 jam ago

Haji 2026 : Sebanyak 47.012 Jemaah Telah Kembali ke Tanah Air

SATUJABAR, TANGERANG — Haji 2026 memasuki fase pemulangan jemaah. Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan…

2 jam ago

This website uses cookies.