Karnaval budaya di peringatan Konferensi Asia Afrika 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)
SATUJABAR, BANDUNG – Sebanyak 26 delegasi negara dipastikan hadir bersama para duta besar, perwakilan kementerian hingga tokoh internasional dalam rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan kehadiran para delegasi tidak hanya mempererat hubungan persahabatan antarnegara tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Bandung.
“Bandung tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Potensi terbesar kita ada pada sektor jasa, pariwisata dan kunjungan wisatawan. Karena itu, penyelenggaraan acara internasional seperti Konferensi Asia Afrika diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Iskandar di jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026 seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.
Selain dihadiri 26 delegasi negara, kegiatan tahun ini juga dihadiri para duta besar, perwakilan kementerian serta Menteri Lingkungan Hidup yang turut menghadiri sejumlah agenda dalam rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini terdapat sejumlah agenda baru, di antaranya talkshow, pameran hingga sesi khusus yang mengangkat isu Palestina.
Pada hari kedua penyelenggaraan akan digelar sesi khusus yang menghadirkan perwakilan Palestina untuk menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa serta para duta besar. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyuarakan nilai-nilai kemerdekaan, perdamaian dan solidaritas yang sejak awal menjadi semangat Konferensi Asia Afrika.
Menurutnya, nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia Afrika tetap relevan hingga saat ini dan perlu terus disuarakan kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga terus mendorong pengakuan internasional terhadap Gedung Merdeka sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Upaya tersebut diharapkan semakin kuat melalui penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika secara rutin setiap tahun.
“Kami berharap Konferensi Asia Afrika terus menjadi agenda tahunan sehingga dunia semakin memahami pentingnya peristiwa bersejarah ini. Harapannya, Gedung Merdeka dapat ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi perjalanan diplomasi internasional,” ujarnya.
SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia menempatkan transformasi digital sebagai instrumen untuk memperkuat kebudayaan sekaligus memperluas kesejahteraan…
SATUJABAR, BANDUNG – Wali Kota Bandung Kota Bandung, Muhammad Farhan, dilaporkan telah stabil setelah menjalani…
SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir Jumat (10/7)…
SATUJABAR, BANDUNG--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mulai bergerak dengan para Aparatur Sipil Negara ((ASN) yang…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 11/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
SATUJABAR, MASHHAD IRAN - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melakukan kunjungan kerja ke Mashhad,…
This website uses cookies.