Berita

Pemkab Sumedang Ajak Pengusaha Hapus Kemiskinan

SUMEDANG – Pemkab Sumedang ajak pengusaha hapus kemiskinan ekstrem yang ada di Sumedang. Tahun 2024 ini, Pemda Kabupaten Sumedang menargetkan nol persen angka kemiskinan ekstrem alias tidak lagi masyarakat Sumedang yang masuk kategori miskin ekstrem.

“Saat ini, Sumedang dihadapkan pada permasalahan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data yang saya terima, angka kemiskinan ekstrem terbesar ada di Kecamatan Cimanggung,” kata Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli dihadapan para pengusaha saat membuka Bimtek/Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko bagi pelaku usaha di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Selasa (21/5/2024).

Menurutnya, Pemda Kabupaten Sumedang memberikan kemudahan dalam berusaha, baik dalam hal pelayanan perizinan maupun kondusifitas menjalankan usaha.

“Saya berharap ada kontribusi dari para pelaku usaha dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem. Salah satunya melalui pemanfaatan CSR perusahaan yang terkoordinasikan dan tepat sasaran dengan mengutamakan penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah masing-masing,” katanya dilansir sumedangkab.go.id.

Pemkab Sumedang Ajak Pengusaha Hapus Kemiskinan

Yudia menyebutkan, di Kecamatan Cimanggung yang merupakan kawasan industri, banyak perusahaan besar berdiri tapi angka kemiskinan ekstremnya paling besar di antara kecamatan yang ada.

“Sungguh ironi disaat banyak industri yang berdiri di Cimanggung namun angka kemiskinan ekstrem di Cimanggung merupakan terbesar di Sumedang,  ada 553 keluarga miskin ekstrem,” kata Yudia.

Pj Bupati Yudia berharap para pelaku usaha bisa membangun kerjasama dengan pemerintah dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem.

“Pelaku usaha bisa memanfaatkan tenaga lokal yang berasal dari keluarga miskin ekstrem produktif dan terlatih dalam rekrutment tenaga kerja di perusahaan-perusahaan,” katanya.

Menurutnya, penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan intervensi yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak yaitu pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan media.

“Peran dunia usaha menjadi bagian penting dalam penghapusan kemiskinan ekstrem. Karena kemiskinan dapat menimbulkan permasalahan sosial yang mempengaruhi stabilitas ekonomi, dan tentunya akan berdampak pada dunia usaha,” katanya.

Yudia mengajak kepada para pengusaha untuk satu langkah dan satu pemahaman dengan Pemda Kabupaten Sumedang.

“Jadi keberadaan industri itu harus mempunyai implikasi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat disekitarnya,” katanya di Sumedang.

Editor

Recent Posts

Pemerintah Matangkan Proyek Giant Sea Wall Pesisir Utara Jawa

Pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) sebagai proyek strategis nasional, diharapkan mampu melindungi kawasan…

53 menit ago

Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-448, Bupati Ziarah Ke Makam Leluhur

SATUJABAR, SUMEDANG – Dalam rangkaian Hari Jadi ke-448 Kabupaten Sumedang, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Forum…

2 jam ago

Luar Biasa! Siswa Asal Kuningan Ini Sabet Medali Olimpiade Matematika Internasional di Australia

Kedua siswa tersebut yakni Finza Athariz, siswa SD IT Al-Multazam yang meraih medali perak, serta…

2 jam ago

Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-448 Diwarnai Refleksi dan Kebersamaan

Bupati berharap momentum tersebut dapat memperkuat rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap Kabupaten Sumedang. Ia…

2 jam ago

Freeport Grassroots Tournament 2026, Merawat Asa Talenta Sepak Bola di Tanah Papua

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi PT Freeport Indonesia yang terus meningkatkan sepak bola usia…

2 jam ago

Berantas Penipuan Calo Haji Jalan Pintas, Kemenhaj & Polri Bentuk Satgas Haji

Pembentukan Satgas Haji merupakan instruksi langsung pimpinan Polri sebagai respons atas berbagai persoalan di lapangan.…

2 jam ago

This website uses cookies.