Berita

Pemilik ‘WO’ Diduga Tipu Puluhan Calon Pengantin di Garut Diburu Polisi

SATUJABAR, GARUT–Puluhan calon pengantin di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menjadi korban penipuan jasa wedding organizer (WO). Pemilik WO hilang dan saat ini diburu polisi, setelah korbannya melaporkan kasusnya ke Polres Garut.

Pemilik jasa wedding organizer (WO) di Kabupaten Garut, dilaporkan menghilang setelah kasus dugaan penipuan yang dilakukannya mencuat ke publik. Puluhan calon pengantin menjadi korbannya, setelah menyetorkan sejumlah uang.

Pemilik jasa WO berinsial AM, berusia 27 tahun, saat ini sedang dicari Satreskrim Polres Garut. Sudah tiga korban calon pengantin melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan AM ke Markas Polres (Mapolres) Garut.

“Saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Sementara masih tiga korban yang telah resmi membuat laporan ke Satreskrim Polres Garut,” ujar Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, dalam keterangannya, Rabu (14/01/2026).

Hilangnya pemilik jasa WO, AM, juga dilaporkan keluarganya. Pihak keluarga mengaku, kehilangan AM dari rumahnya, sejak 20 Desember 2025, dan sempat kontak terakhir sedang dalam perjalanan menumpang kendaraan umum elf dari Bandung menuju Garut.

“Pihak keluarga AM sempat datang ke Polres Garut, untuk berkonsultasi. Namun, yang bersangkutan pergi saat perkaranya ramai menjadi perbincangan,” kata Joko.

Joko menjelaskan, berdasarkan penelusuran sementara, ada 19 korban yang sudah terdata. Tiga korban diantaranya sudah membuat laporan resmi.

“Tiga pelapor (korban) tanggal pernikahannya sudah lewat. Mereka tetap menggelar acara pernikahan dengan biaya ganda, setelah uang yang telah disetorkan untuk membayar vendor dibawa pihak WO,” jelas Joko.

Sementara 16 korban lainnya sudah menyetorkan uang muka (DP) kepada terduga pelaku, untuk tanggal pernikahannya belum tiba. Total kerugian dari tiga korban yang sudah melaporkan kasusnya sebesar Rp.70 juta.

Kasus dugaan penipuan jasa WO viral, setelah sejumlah korbannya bersuara di media sosial. Jumlah korban disebutlan hingga 40 calon pengantin, berikut vendor pernikahan ikut terdampak.

Total kerugian dalam kasus dugaan penipuan jasa WO, disebutkan Rp.549.437.500, atau setengah miliar lebih. Nilai kerugian tersebut, terdiri dari kerugian klien sebesar Rp.421.757.500, dan kerugian jasa vendor pernikahan sebesar Rp.127.680.000.

Korban pasangan calon pengantin, diantaranya akan melangsungkan pernikahan pada Desember 2025. Pernikahan di tanggal yang telah ditentukan batal, karena pemilik jasa WO, menghilang dan sudah tidak bisa dihubungi.

Editor

Recent Posts

Balapan Liar di Garut Dibubarkan Polisi, 5 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan

SATUJABAR, GARUT--Aksi balapan liar di Bulan Ramadhan menjelang Sahur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibubarkan…

15 jam ago

Suami-Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar ke NTT Ditahan Polisi

SATUJABAR, BANDUNG--Pasangan suami-istri, pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 13 perempuan warga Jawa Barat…

16 jam ago

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Momen Ramadan dan Idul Fitri dengan Promo Spesial Bright Gas, Tukar Tabung Gratis hingga Cashback MyPertamina

SATUJABAR, JAKARTA - Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Pertamina Patra Niaga menghadirkan beragam…

18 jam ago

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 28/2/2026 Rp 3.085.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 28/2/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…

19 jam ago

BMKG: Waspadai Akun Palsu InaEEWS di Instagram dan Telegram

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap grup,…

1 hari ago

Restoran Raja Rasa yang Setia dengan Menu Sunda

SATUJABAR, BANDUNG - Momen berbuka puasa bersama keluarga besar atau rekan kerja menjadi tradisi yang…

1 hari ago

This website uses cookies.