Gaya Hidup

Pemerintah Lirik Roblox sebagai Ruang Tumbuh bagi Kreator Gim Lokal

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan platform gim daring global asal Amerika Serikat, Roblox, guna memperkuat ekosistem pengembangan gim lokal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa Roblox memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai ruang kreatif dan ekonomi bagi pengembang gim Indonesia, khususnya generasi muda. Hal itu disampaikannya saat audiensi dengan perwakilan Roblox di Autograph Tower, Jakarta, pada Senin (23/6).

“Roblox sudah sangat dikenal di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Kami melihat peluang besar untuk memperluas ekosistem, tidak hanya dari sisi pengguna, tetapi juga dari sisi pengembang dan platform itu sendiri,” ujar Menteri Riefky.

Platform Roblox yang berdiri sejak 2004 kini memiliki lebih dari 90 juta pengguna aktif harian secara global, dengan sekitar 60% di antaranya berusia di bawah 16 tahun. Di Indonesia sendiri, jumlah pengguna aktif bulanan diperkirakan mencapai lebih dari 7 juta orang, menunjukkan potensi komunitas kreator yang terus berkembang.

Menindaklanjuti potensi tersebut, Kemenparekraf menyatakan kesiapannya untuk membentuk tim kerja bersama Roblox dalam merancang langkah konkret memperkuat ekosistem gim nasional, termasuk program pelatihan, fasilitasi distribusi konten, hingga monetisasi karya kreator lokal.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Niel El Himam, menekankan pentingnya memandang Roblox bukan hanya sebagai platform bermain, melainkan sebagai wahana strategis bagi pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia.

“Kita perlu melihat Roblox sebagai sarana strategis untuk membangun kemandirian ekosistem gim nasional yang kompetitif secara global,” ujarnya.

Dari pihak Roblox, Vice President Head of Global Public Policy, Nicky Jackson Colaco, menyambut positif rencana kerja sama ini. Ia menyatakan kesiapan Roblox untuk berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia dalam mendukung perkembangan kreator lokal.

“Indonesia adalah pasar besar bagi Roblox, bukan hanya karena jumlah pemain, tetapi juga karena tingginya potensi kreator lokal. Kami siap bekerja sama dalam program edukasi, demonstrasi teknologi, hingga dukungan sponsorship,” kata Nicky.

Pertemuan ini menandai komitmen Kemenparekraf untuk terus memperkuat subsektor ekonomi kreatif digital, termasuk melalui sinergi hexahelix antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, media, dan sektor keuangan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Steve Daesung Park (Senior Director Head of Asia-Pacific Public Policy Roblox), Christopher Stevens (Head of APAC Legal Roblox), Stefano Scuratti (Managing Director Asia Group Advisors), dan Astri Arini Waluyo (Associate Director Asia Group Advisors).

Editor

Recent Posts

Konservasi: Kemenhut Telusuri Koridor Gajah di Benakat Sumsel

SATUJABAR, BOGOR - Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) Kementerian Kehutanan bersama Balai Konservasi Sumber Daya…

42 menit ago

Terminal LPG Tanjung Sekong Pasok 40 Persen LPG Nasional

SATUJABAR, CILEGON – Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu infrastruktur strategis Pertamina dalam menjaga…

52 menit ago

BNPB Latih Para Relawan lewat KEMBARA di Ciamis

SATUJABAR, CIAMIS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten…

55 menit ago

Kemenhaj Pastikan Sanksi Tegas Travel Penelantar Jemaah

SATUJABAR, JAKARTA – Kemenhaj atau Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk…

1 jam ago

Zikir dan Doa Kebangsaan 2026: 100.000 Orang Hadiri Padati Monas

SATUJABAR, JAKARTA - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta,, saat pemerintah menggelar Zikir…

1 jam ago

Gladiator Bogor Arena, Dedie Rachim: Ajang Ukir Prestasi

Gladiator Bogor Arena ini diselenggarakan oleh Yayasan Catatan Akhir Sekolah bersama Pertina dan Pemkot Bogor.…

1 jam ago

This website uses cookies.