Ilustrasi wanita korban TPPO.(Foto:Istimewa)
SATUJABAR, CIANJUR–Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil dipulangkab setelah terjebak selama 14 bulan di Libya. Pekerja bernama Ai Juariah, berusia 48 tahun, yang diduga korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sempat tertahan di Libya akibat konflik dan persoalan administrasi
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, memastikan Pekerja Migran Indonesia (PMI), bernama Ai Juariah, berusia 38 tahun, dipulangkan ke Indonesia, Minggu (12/07/2026). Ai Juariah dipulangkan setelah tertahan di Libya akibat konflik dan masalah administrasi
Kepulangan korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menjadi titik terang setelah serangkaian upaya koordinasi lintas instansi dilakukan untuk bisa menyelamatkan.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Hero Laksono, mengatakan, pihaknya telah menerima informasi resmi dari kementerian serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Libya terkait proses pemulangan Ai Juariah.
“Berbagai upaya dilakukan instansi terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Libya, akhirnya membuat agensi memperbolehkan Ai Juariah untuk pulang. Kepulangannya tanpa harus membayar denda dan tiket pesawat yang dibelikan pihak agensi,” ujar Hero dalam keteeangannya, Sabtu (11/07/2026).
Pekerja Migran Ai Juariah sebelumnya sempat viral minta tolong karena tertahan di Libya, setelah berangkat melalui jalur non-prosedural.
Selama tertahan selama 14 bulan di Libya, Ai Juariah mengalami berbagai kesulitan, termasuk harus berpindah majikan hingga sebelas kali. Kondisi tersebut memperparah situasinya hingga akhirnya terjebak dalam persoalan hukum dan administrasi.
Ai Juariah dikabarkan harus membayar denda sebesar Rp.150 juta agar bisa kembali ke Indonesia. Namun, melalui intervensi pemerintah, kewajiban tersebut akhirnya dibebaskan.
Hero menjelaskan,.proses administrasi yang sempat terkendala kini telah diselesaikan, sehingga Ai Juariah dapat kembali ke Tanah Air tanpa beban biaya
Proses pemulangan Ai Juariah melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Koordinasi dilakukan antara Disnakertrans Cianjur, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI di Libya untuk memastikan keselamatan serta kelancaran proses pemulangan.
Setibanya di Indonesia, Ai akan dijemput perwakilan Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama pihak kementerian. Beristirahat sementara di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya.
“Ai akan sampai ke Tanah Air pada Minggu, dijemput Pemkab Cianjur diwakili Disnakertrans Cianjur dan kementerian, dan akan istirahat semalam di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Cianjur,” jelas Hero.
Saat tiba di Tanah Air, Ai Juariah dijadwalkan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dialaminya. Pemeriksaan akan dilakukan oleh Polres Cianjur sebagai bagian dari proses hukum.
Disnakertrans Cianjur akan terus mendampinginya hingga kembali bisa berkumpul dengan keluarganya. Pendampingan mencakup proses hukum serta pemulihan kondisi korban.
“Kami akan terus mendampingi Ai Juariah sampai bertemu kembali keluarganya di Cianjur. Ai Juariah akan memberikan keterangan pada petugas terkait TPPO yang menimpanya hingga terdampar dan mendapat perlakuan tidak manusiawi selama bekerja di Libya,” ungkap Hero.
SATUJABAR, CHAMONIX PRANCIS - Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengawinkan medali emas speed perorangan dalam…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 12/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
SATUJABAR, BANDUNG - Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar…
Kampung Kusta Jongaya dikunjungi menjadi wujud komitmen pemerintah bersama mitra internasional untuk mempercepat eliminasi kusta…
SATUJABAR, BANDUNG – Piala Dunia 2026 memasuki babak perempat-final atau 8 besar. Pada Sabtu 11…
SATUJABAR, BANDUNG – Piala Dunia 2026 memasuki babak perempat-final atau 8 besar. Pada Sabtu 11…
This website uses cookies.