Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adi Putra dan Komandan Kodim 0609/Kota Cimahi, Letkol Inf. Ratno.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, CIMAHI–Patroli berskala besar digencarkan melibatkan personel gabungan Polri dan TNI memperketat pengamanan di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Langkah tersebut merespons potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mulai dari kejahatan begal, aksi begal , hingga ancaman debt collector di jalanan yang semakin meresahkan masyarakat.
Patroli berskala besar melibatkan personel gabungan Polri dan TNI di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, digencarkan melalui skema Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) siang dan malam. Personel gabungan menyisir sejumlah titik rawan, terutama saat malam hari.
Fokus utama operasi adalah mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan yang kerap beraksi saat situasi sepi. Kejahatan begal, aksi geng motor, hingga ancaman debt collector di jalanan yang semakin meresahkan masyarakat.
“Negara harus hadir menjaga kamtibas di wilayahnya, termasuk Polri dan TNI di wilayah Cimahi dan Bandung Barat. Kita intensifkan patroli, utamanya di malam hari merespon keresahakan masyarakat terhadap kejahatan jalanan,” ujar Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adi Putra di Makodim 0609, Kota Cimahi, Kamis (16/07/2026).
Niko menegaskan, operasi terintegrasi dilaksanakan tanpa batas waktu yang ditentukan, dengan mengacu pada program Jaga Rawat Jawa Barat. Program tersebut mengedepankan empat pilar utama, yakni kolaboratif, adaptif, responsif, dan solutif dalam menangani setiap dinamika keamanan.
“Kolaboratif itu ya seperti ini, kami berkoordinasi dengan TNI dalam pelaksanaan patroli di lapangan. Kolaborasi Polri dan TNI sudah berjalan dan harus terus dirawat,” tegas Niko.
Komandan Kodim 0609/Kota Cimahi, Letkol Inf. Ratno, mengungkapkan komitmen TNI untuk mendukung penuh Polri dalam menjamin rasa aman bagi warga Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Sinergi memastikan penanganan gangguan keamanan dilakukan secara cepat dan terukur.
“Kita saling mendukung kegiatan, terutama dalam menjaga kamtibmas. Tentunya boleh kami terlibat dalam penanganan sesuatu perkara urgen, namun setelahnya berkoordinasi dengan kepolisian,” ungkap Ratno.
Selain menyasar para pelaku kriminal dan kejahatan jalanan, personel gabungan memberikan atensi khusus pada praktik intimidasi oleh jasa penagih utang, atau debt collector di jalanan. Masyarakat yang merasa terancam agar tidak ragu mencari perlindungan ke kantor militer terdekat, seperti Makodim maupun Koramil.
“Kemudian misalnya ada ancaman debt collector, masyarakat tidak cuma bisa mencari perlindungan ke kantor polisi, namun kantor militer juga terbuka bagi masyarakat,” tegas Ratno.
SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…
SATUJABAR, JAKARTA – Kerja sama Indonesia Azerbaijan sepakat mempercepat pembahasan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU)…
SATUJABAR, JAKARTA — Manufaktur Indonesia atau industri pengolahan Indonesia pada triwulan kedua tahun 2026 kinerjanya…
SATUJABAR, JAKARTA - Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha meningkat pada…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 17/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,…
This website uses cookies.