Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan supervisi dan pengecekan langsung terhadap kesiapan dapur penyedia katering bagi jemaah haji Indonesia 1447H/2026M di Madinah.(Foto: Dok. Kemenhaji)
SATUJABAR, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah memastikan kesiapan produksi dan distribusi bumbu serta makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) untuk layanan konsumsi jemaah haji 2026 berjalan sesuai rencana.
Kepastian ini mengemuka dalam rapat koordinasi bersama para penyedia bumbu dan RTE di Jakarta, Selasa (31/3), guna mengawal kesiapan menjelang operasional haji yang kian dekat.
Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno, menegaskan bahwa Kemenhaj terus memastikan seluruh rantai pasok berjalan optimal, mulai dari tahap produksi hingga distribusi di Arab Saudi.
“Fokus kami memastikan produksi bumbu dan RTE siap, distribusinya tepat sasaran sampai ke dapur, dan seluruh potensi kendala pengiriman bisa dimitigasi sejak awal,” ujar Tri dilansir laman Kementerian Haji dan Umrah.
Kebutuhan bumbu untuk musim haji tahun ini diproyeksikan mencapai 360 ton, terdiri dari 28 jenis untuk Makkah dan 23 jenis untuk Madinah. Perbedaan jenis dan volume tersebut disesuaikan dengan durasi layanan di masing-masing wilayah. Sementara itu, kebutuhan RTE juga disiapkan dalam jumlah besar mengikuti total hari operasional layanan konsumsi jemaah.
Dari sisi distribusi, sebagian pengiriman telah berjalan dan bahkan ada yang sudah tiba di Jeddah. Meski demikian, sejumlah pengiriman lainnya masih dalam proses dan ditargetkan rampung paling lambat 10 April 2026, sebelum kedatangan petugas haji di Arab Saudi.
“Kami pastikan seluruh kebutuhan ini tiba tepat waktu. Jika ada kendala pengiriman, kami segera menyiapkan opsi alternatif agar tidak mengganggu layanan jemaah,” tegasnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, Ditjen PE2HU juga akan melakukan pengawasan penggunaan bumbu di dapur penyedia katering. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahan yang telah dikirim dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan jemaah, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan di musim haji berikutnya.
Secara umum, kesiapan produksi dan distribusi bumbu serta RTE saat ini berada pada jalur yang direncanakan, seiring upaya Kemenhaj menjaga kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia.
SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang…
SATUJABAR, BANJAR--Sebuah truk towing di Kota Banjar, Jawa Barat, mengalami kecelakaan tunggal setelah terjun ke…
SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatatkan tren positif pada kinerja ekspor…
SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan pada Maret 2026 terjadi infl…
SATUJABAR, JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa…
SATUJABAR, JAKARTA - Sektor manufaktur nasional kembali menunjukkan ketahanannya di tengah ketidakpastian kondisi global seperti…
This website uses cookies.