Berita

Nyampah di Area Kereta, Ini Hukuman Bagi Pelanggarnya

BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan kekecewaannya terhadap aktivitas berbahaya yang terekam di media sosial, di mana warga terlihat membuang sampah ke kereta peti kemas yang melaju pelan di Jalur Kereta Api Kemayoran-Tanjung Priok, Jakarta Pusat.

Aktivitas ini tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga berpotensi melanggar undang-undang yang berlaku.

VP Public Relations KAI, Anne Purba, mengingatkan bahwa dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 199, tindakan yang mengganggu jalur kereta dapat dikenakan pidana penjara hingga tiga bulan atau denda maksimal Rp15.000.000.

“Pidana dijatuhkan bagi siapa saja yang berada di ruang manfaat jalan kereta, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak, dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain yang dapat mengganggu perjalanan kereta. Membangun sesuatu di sekitar jalur rel juga sangat berbahaya dan dilarang oleh pemerintah,” jelas Anne.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian mengatur ruang manfaat jalur (Rumaja), yaitu jalan rel dan tanah di kiri dan kanan rel yang harus bebas dari rintangan untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional kereta api.

“KAI dengan tegas melarang masyarakat melakukan aktivitas apapun di jalur kereta api selain kepentingan operasional kereta, termasuk membuang sampah ke kereta. Kami meminta masyarakat untuk peduli dan berpartisipasi aktif dalam menciptakan keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” tambah Anne.

Sebagai tindak lanjut atas kejadian ini, KAI telah melakukan pembersihan di lintas Kemayoran hingga Ancol dan mengadakan sosialisasi kepada warga sekitar dengan bekerja sama dengan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan pada Senin (5/8).

“Sosialisasi ini mencakup Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. KAI akan terus melakukan sosialisasi dan penertiban di sepanjang jalur KA secara kontinu untuk memastikan jalur tetap steril dan perjalanan kereta api berlangsung aman dan lancar,” pungkas Anne.

Editor

Recent Posts

Kasus Perampokan di Bogor, 2 Mayat Korban WNA Asal Pakistan Ditemukan di Kabupaten Bandung Barat

SATUJABAR, BANDUNG--Polisi menemukan dua mayat laki-laki dan perempuan di dalam mobil terpakir di halaman rumah…

35 menit ago

Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia dan Negara Lain, Ini Respon Pemerintah

SATUJABAR, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi melalui Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menetapkan larangan…

38 menit ago

Sambut Momen Idulfitri 1447 H, bank bjb Optimalkan Layanan Kantor dan Digital Banking di Seluruh Wilayah

BANDUNG - Menyambut momen Idulfitri 1447 Hijriah, bank bjb memastikan kesiapan penuh dalam mendukung kebutuhan…

45 menit ago

Timnas U-20: Nova Panggil 28 Pemain Masuk TC

SATUJABAR, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto memanggil 28 pemain untuk mengikuti pemusatan…

2 jam ago

Pria Paruh Baya di Cianjur Tewas Dianiaya Tetangga Perkara Nyuri 2 Labu Siam

SATUJABAR, CIANJUR--Hanya perkara dua buah labu siam yang diambilnya tanpa izin, seorang pria paruh baya…

2 jam ago

Berstatus PMDN, Polytama Kedepankan Compliance Regulasi dan Manfaat bagi Masyarakat

SATUJABAR, INDRAMAYU - PT Polytama Propindo, produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, sebagai perusahaan Penanaman…

4 jam ago

This website uses cookies.