Polres Sumedang kawal panen jagung warga Sumedang sejalan dengan program Starbak (Satu Hektar Petani Bangkit). (FOTO: Istimewa)
SATUJABAR, BANDUNG – Nilai tukar petani Jawa Barat Maret 2024 turun 0,83 persen dibandingkan Februari 2024, dari 117,43 menjadi 116,45.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (IT) terhadap indeks harga yang dibayar petani (IB).
NTP menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi.
Berdasarkan penelitian BPS itu, NTP Jawa Barat pada bulan Maret 2024 mengalami penurunan sebesar 0,83 persen dibandingkan Februari 2024, dari 117,43 menjadi 116,45.
Sementara itu, Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0,04 persen dan Indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani (IB) naik sebesar 0,80 persen.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Barat pada bulan Maret 2024 turun sebesar 0,17 persen, sementara Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,13 persen.
PAPUA BARAT – Helikopter water bombing dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperkuat upaya…
JAKARTA – Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya…
JAKARTA - Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, menilai ajang lari Merdeka Run 2026 yang…
JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil langkah tegas dengan menyegel saluran…
BIMA - Kementerian Kehutanan melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah…
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dipusatkan di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Jumat (28/8/2026)…
This website uses cookies.