Tutur

Ngobeng Ikan di Bawah Jembatan Baru Dibangun

Suasana berbeda terlihat di bawah Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII, Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6/2026). Usai peresmian jembatan yang telah rampung diperbaiki, ratusan warga langsung tumpah ruah ke aliran sungai untuk mengikuti tradisi ngobeng ikan.

Anak-anak, pemuda, ibu-ibu hingga orang tua berbaur di dalam sungai. Dengan tangan kosong, mereka berburu ikan yang sebelumnya ditebar sebagai bentuk syukuran atas kembali berfungsinya jembatan penghubung Desa Cijemit, Gunung Manik, dan Pinara tersebut.

Gelak tawa dan sorak kegembiraan pecah ketika warga berhasil menangkap ikan. Sebagian membawa kantong plastik dan karung kecil untuk menampung hasil tangkapan, sementara yang lain langsung mengangkat ikan sebagai tanda keberhasilan.

Kepala Desa Cijemit, Wawan, mengatakan kegiatan ngobeng digelar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat setelah jembatan yang sempat putus akibat abrasi sungai kini kembali dapat digunakan.

“Ini bentuk rasa syukur warga. Kami menebar sekitar 3 kuintal ikan mas ke sungai dan masyarakat bebas menangkapnya dengan tangan kosong. Alhamdulillah antusiasmenya luar biasa,” kata Wawan.

Menurutnya, peserta ngobeng tidak hanya berasal dari Desa Cijemit, tetapi juga dari desa-desa sekitar yang selama ini ikut merasakan dampak kerusakan jembatan.

“Banyak yang datang dari wilayah sekitar. Momentum ini bukan hanya mencari ikan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Keseruan ngobeng turut disaksikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si,  usai meresmikan jembatan. Bupati tampak menyapa warga yang memenuhi bantaran sungai dan menikmati suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut.

Salah seorang peserta, Dedi, warga Desa Cijemit, mengaku sengaja meluangkan waktu  untuk merasakan keseruan tradisi yang jarang ditemuinya.

“Senang sekali. Bukan hanya dapat ikan, tapi suasananya juga menghibur. Bisa kumpul dan berbaur dengan warga lain. Ada kesan tersendiri yang membuat kami bahagia,” tuturnya.

Tradisi ngobeng pun menjadi keseruan atas  peresmian jembatan yang selama berbulan-bulan dinantikan warga. Setelah sempat terputus akibat abrasi dan menghambat mobilitas masyarakat, kini jembatan kembali berdiri kokoh.

Rasa syukur itu diwujudkan warga dengan cara sederhana,  turun ke sungai, menangkap ikan bersama, dan merayakan kembalinya akses yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.

Sumber: Humas Pemkab Kuningan

Editor

Recent Posts

The Local Market Jadi Agenda Rutin Bulanan

The Local Market tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi antara kreator dan…

10 menit ago

HoYo FEST 2026, Wamen Ekraf: Perkuat Sinergi

HoYo FEST menunjukkan bahwa kolaborasi antara IP global dan kreator lokal mampu menciptakan nilai ekonomi…

14 menit ago

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Dibuka, Topang Sustainable Tourism

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan berlokasi di kawasan Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru Kota…

28 menit ago

Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, Menpora Terima Sabuk Kehormatan

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menghadiri pembukaan kejuaraan 8th…

39 menit ago

Pasar Sandang Tegal Gubug Cirebon Kebakaran

SATUJABAR, CIREBON--Pasar Sandang Tegal Gubug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kebakaran. Peristiwa kebakaran menghanguskan puluhan lapak…

4 jam ago

Kemenhub Gerak Cepat Penanganan dan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan koordinasi intensif dalam…

5 jam ago

This website uses cookies.