Gaya Hidup

Netflix Umumkan Kenaikan Harga di Beberapa Negara

SATUJABAR, BANDUNG — Netflix mulai menaikkan harga di beberapa negara karena pertumbuhan yang didorong oleh pengetatan aturan berbagi kata sandi mulai melambat.

Perusahaan tersebut memberi tahu investor pada hari Kamis bahwa mereka sedang “berupaya meningkatkan monetisasi dengan menyempurnakan rencana dan harga kami” dan telah menaikkan harga di Jepang serta beberapa bagian Eropa, Timur Tengah, dan Afrika dalam sebulan terakhir.

Di Italia dan Spanyol, kenaikan akan dimulai minggu ini. Pembaruan ini disampaikan setelah Netflix melaporkan penambahan 5,1 juta pelanggan dalam tiga bulan terakhir hingga September, jumlah terkecil dalam lebih dari setahun.

Netflix menghadapi tekanan untuk menunjukkan kepada investor bagaimana mereka akan terus mendorong pertumbuhan di masa depan, karena jangkauan globalnya yang sudah sangat luas membuat sulit untuk mendapatkan pelanggan baru.

Pada 2022, saat mereka melihat tanda-tanda perlambatan, perusahaan ini memperketat aturan berbagi kata sandi dan memperkenalkan opsi streaming baru yang didukung oleh iklan.

Langkah ini mendorong pertumbuhan baru. Sejak peluncuran kebijakan tersebut, Netflix telah menambah lebih dari 45 juta anggota baru dan kini memiliki lebih dari 282 juta pelanggan di seluruh dunia. Para analis memperkirakan bahwa iklan akan menjadi sumber pendapatan besar bagi perusahaan di masa depan.

Namun, untuk saat ini, Netflix mengingatkan bahwa perkembangan ini masih dalam tahap awal, dan meminta investor tidak berharap iklan akan mendorong pertumbuhan hingga tahun depan.

Meski begitu, banyak pelanggan telah memilih paket yang didukung iklan, dengan 50% dari pendaftaran baru pada kuartal terakhir datang dari paket ini di wilayah yang menawarkannya.

Netflix melaporkan peningkatan pendapatan 15% dari Juli hingga September, mencapai Rp154,7 triliun, dengan keuntungan lebih dari Rp36,3 triliun. Saham naik 4% karena pertumbuhan pelanggan melampaui ekspektasi analis.

Meskipun Netflix terakhir menaikkan harga di Inggris dan AS pada 2022, beberapa paket tetap tidak berubah. Analis Matt Britzman mengatakan posisi keuangan kuat Netflix memungkinkan perusahaan terus memproduksi konten baru, yang penting untuk menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan, terutama dengan penambahan acara seperti olahraga.(nza)

Editor

Recent Posts

Macau Open 2026: Thalita & Dinda Kandas di 32 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Macau Open 2026 berlangsung 16 - 21 Juni 2026 di Dome Pesta…

8 jam ago

Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Bus Damri di Jalan Pasteur Bandung

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas terlindas Bis Damri di Jalan Dr. Djunjunan, atau…

9 jam ago

Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar, Sampaikan 7 Tuntutan

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di Jawa Barat menggelar…

11 jam ago

Macau Open 2026: Bagas Shujiwo Lewati Babak 32 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Macau Open 2026 berlangsung 16 - 21 Juni 2026 di Dome Pesta…

13 jam ago

Chairul Mukmin, Alumni UMY, Juara SUCI 2026

Chairul Mukmin atau yang kerap disapa Mukmin, Alumni UMY, menjadi juara dalam Stand Up Comedy…

13 jam ago

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Insentif guru madrasah Non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026, ungkap Menteri Agama…

13 jam ago

This website uses cookies.