Berita

Mimpi Buruk Pendam Trauma KDRT, Anak 16 Tahun di Karawang Tusuk Ayah Kandung hingga Tewas

SATUJABAR, KARAWANG–Seorang anak berusia 16 tahun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menusuk ayah kandungnya hingga tewas. Tindakan pelaku diduga dipicu memendam rasa trauma menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga bermimpi buruk dan langsung menyerang korban di kamarnya.

Aksi penusukan ayah oleh anak kandungnya yang masih di bawah umur, terjadi di Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Korban yang mengalami sejumlah luka tusukan, tidak tertolong saat dalam perawatan di rumah sakit.

“Iya benar, kejadiannya (anak tusuk ayah kandung), pada Rabu (28/01/2026l) dinihari, di Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur. Pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan, dan korban meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit saat dalam penanganan medis,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan saat dikonfirmasi, Kamis (29/01/2026).

Wiildan mengatakan, korban menderita luka serius setelah ditusuk pelaku berinsial RA, menggunakan pisau dapur. Sejumlah luka tusukan ditemukan di bagian leher, wajah, serta tubuhnya.

“Pelaku tiba-tiba menyerang dan menusuk korban berkali-kali menggunakan pisau dapur saat sedang tidur di dalam kamarnya. Luka serius ditemukan di bagian leher, wajah, serta tubuh korban” kata Wildan.

Wildan mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi penusukan diawali saat pelaku terbangun dari mimpi buruk, kemudian mengambil pisau dapur dan langsung menyerang korban. Motifnya diduga mengarah adanya tekanan psikis, atau rasa trauma yang dialami pelaku, karena korban kerap bertindak kasar, melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), termasuk kepada ibu dan saudaranya.

“Korban dalam kondisi berlumuran darah sempat keluar dari kamar meminta pertolongan warga. Warga berdatangan dan langsung membawa korban ke rumah sakit,” ungkap Wildan.

Pelaku sudah diamankan di Markas Polres (Mapolres) Karawang. Pisau dapur yang digunakan saat menusuk korban, berikut pakaian dipenuhi darah, disita sebagai barang bukti.

Pelaku yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), harus mempertanggungjwabkan perbuatannya, dengan status anak harus berhadapan dengan hukum (ABH). Dalam proses penanganan perkara, penyidik Satreskrim Polres Karawang, akan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas), pendamping hukum, serta psikolog untuk memastikan hak-hak pelaku sebagai anak masih di bawah umur tetap terlindungi.

Editor

Recent Posts

‘Pak Ogah’ di Banjar Ditemukan Tewas di Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

SATUJABAR, BANJAR--Seorang pria di Kota Banjar, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai 'Pak Ogah', atau pengatur…

3 jam ago

Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Menkomdigi: Langkah Besar Menuju AI Hub Regional

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat,…

3 jam ago

Transformasi Digital Perkuat Layanan, bank bjb Raih Lima Titanium Awards pada PRIMA Awards 2026

BALI – Komitmen bank bjb dalam menghadirkan layanan perbankan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan…

3 jam ago

Bandara Husein Layani Bandung-Palembang, Sudah Beroperasi

SATUJABAR, BANDUNG - Antusiasme masyarakat terhadap kembali beroperasinya penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung…

3 jam ago

Bandung Game Demo Day, Panggung Talenta Gim Lokal Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Bandung Game Demo Day yang digelar Pemkot Bandung di Gedung Serbaguna Balai…

3 jam ago

Puluhan Siswa SD di Bogor Keracunan MBG, KPPG Ungkap 2 Pelanggaran

SATUJABAR, BOGOR--Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan makanan…

4 jam ago

This website uses cookies.