Gaya Hidup

Menu Olahan Mi Halal Terbaik di Dunia

Anda penyuka kuliner mi dan seorang muslim tentunya akan menyukai food travelling jika memiliki kesempatan untuk memburu menu olahan mie halal terbaik di dunia.

Berikut adalah 5 menu olahan mi terbaik dari berbagai penjuru dunia yang diakui kelezatannya oleh media kuliner global (seperti TasteAtlas dan CNN Travel) serta kerap menjadi konten favorit para vlogger kuliner internasional dan lokal karena cita rasanya yang autentik dan ramah Muslim (Halal):

  1. Lanzhou Beef Noodles (Cina)

Reputasi Media: Masuk dalam daftar makanan terbaik di Asia versi TasteAtlas dengan rating sangat tinggi (4.4/5) sebagai salah satu mi tarik (lamian) paling ikonis di dunia.

Review Vlogger: Vlogger kuliner internasional seperti Mike Chen (Strictly Dumpling) dan banyak creator makanan Muslim Tiongkok sering mengulas hidangan ini karena atraksi pembuatan mienya yang ditarik langsung dengan tangan (hand-pulled noodles).

Kenapa Halal? Menu ini berasal dari kota Lanzhou, Provinsi Gansu, yang merupakan rumah bagi komunitas Muslim Hui di Tiongkok. Kuah kaldunya murni dibuat dari rebusan tulang dan daging sapi yang bening namun kaya rempah (seperti jintan dan kayu manis), disajikan dengan irisan daging sapi lobak, serta minyak cabai (chili oil).

 

  1. Khao Soi (Thailand)

Reputasi Media: Berulang kali dinobatkan oleh TasteAtlas sebagai salah satu makanan sup mi terbaik di dunia (Best Noodle Soup in the World).

Review Vlogger: Food vlogger legendaris Mark Wiens yang berbasis di Thailand, serta vlogger Indonesia seperti Nex Carlos, sering memuji keseimbangan rasa hidangan ini saat berkunjung ke Chiang Mai.

Kenapa Halal? Khao Soi dipengaruhi oleh budaya kuliner Muslim Cina-Hui (dikenal sebagai Chin Haw) yang bermigrasi ke Thailand Utara. Hidangan ini menggunakan mi telur pipih yang disiram kuah kari santan yang gurih dan sedikit pedas, lalu diberi toping mi kering bertekstur renyah di atasnya. Versi autentik dan paling terkenalnya di Thailand Utara menggunakan daging ayam atau sapi.

 

  1. Pho Ga / Beef Pho Halal (Vietnam)

Reputasi Media: CNN Travel dan TasteAtlas selalu memasukkan Pho ke dalam jajaran sup paling enak di dunia.

Review Vlogger: Vlogger seperti Sonny Side (Best Ever Food Review Show) kerap berburu Pho autentik. Bagi traveler Muslim, kedai Pho Halal di Ho Chi Minh (seperti Pho Muslim atau Pho Halal) sering dikunjungi vlogger Indonesia seperti Ria SW untuk membuktikan kelezatan kaldu aslinya.

Kenapa Halal? Meskipun Pho tradisional Vietnam banyak yang menggunakan kaldu babi, versi Pho Ga (Pho Ayam) atau Pho Bo (Pho Sapi) yang bersertifikasi halal menyajikan kelezatan yang sama kuatnya. Rahasianya ada pada mi beras (rice noodles) yang lembut, berpadu dengan kaldu bening yang direbus berjam-jam bersama kayu manis, pekak (bunga lawang), dan ketumbar bakar.

 

  1. Curry Mee / Laksa Kari (Malaysia & Singapura)

Reputasi Media: Masuk dalam jajaran Top 50 World’s Best Foods versi CNN Travel dan menduduki peringkat atas kategori makanan bersantan di TasteAtlas.

Review Vlogger: Vlogger kuliner Nusantara seperti Tanboy Kun dan akun-akun pencinta kuliner Melayu sering menjadikan menu ini sebagai comfort food utama saat melakukan street food tour di Penang atau Kuala Lumpur.

Kenapa Halal? Berbeda dengan varian laksa tertentu yang menggunakan minyak babi, Curry Mee khas Melayu/Peranakan di Malaysia menggunakan bahan dasar halal seperti kaldu udang, ayam, dan santan yang pekat. Mi kuning atau bihun dipadukan dengan tahu pong, tauge, udang, dan sambal kari yang meledak di lidah.

 

  1. Halal Ramen: Shoyu / Miso Chicken Ramen (Jepang)

Reputasi Media: Ramen secara umum adalah rajanya hidangan mi di dunia menurut berbagai media global. Kini, varian Halal Ramen di Tokyo dan Kyoto telah mendapat sorotan khusus dari media pariwisata internasional karena kualitasnya yang tidak kalah dari versi original.

Review Vlogger: Vlogger Indonesia yang menetap di Jepang maupun yang sedang berlibur (seperti Jerome Polin atau Raditya Dika) sering membuat konten khusus merekomendasikan kedai ramen ramah Muslim terkenal di Jepang, seperti Ayam-YA atau Honolu Ramen.

Kenapa Halal? Alih-alih menggunakan tulang babi (tonkotsu) dan alkohol (mirin/sake), ramen halal menggantinya dengan kaldu ayam kampung yang kental (paitan) atau kaldu kedelai fermentasi (miso) dan kecap asin (shoyu) bersertifikat halal. Tekstur mi yang kenyal dengan kuah yang creamy dan gurih tetap memberikan pengalaman makan ramen Jepang yang sangat autentik.

Sumber: Dari berbagai sumber/Diolah

Editor

Recent Posts

Seoul Music Awards ke-35: Daftar Pemenang

Seoul Music Awards ke-35 berlangsung dalam acara yang meriah dan megah di INSPIRE Arena, Incheon.…

10 menit ago

Haji 2026: 874 Jemaah Tiba di Kertajati Majalengka

Haji 2026 memasuki fase pemulangan jemaah dari Tanah Suci ke Tanah Air secara bertahap dengan…

2 jam ago

Haji 2026: Kepulangan Jemaah Capai 62 Persen

Haji 2026 memasuki fase pemulangan jemaah dari Tanah Suci ke Tanah Air secara bertahap dengan…

2 jam ago

Bupati Kuningan Guyub Warga di Acara Marak Ikan

SATUJABAR, KUNINGAN - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menghadiri kegiatan Marak Ikan Bersama Bupati yang…

2 jam ago

Harga Kebutuhan Pokok di Kota Bandung Stabil

SATUJABAR, BANDUNG - Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional dan toko ritel Kota…

2 jam ago

Libur Sekolah 2026: Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi

SATUJABAR, JAKARTA – Libur sekolah 2026 serta Libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027 menjadi memanjakan…

2 jam ago

This website uses cookies.