Biji kopi (ilustrasi/pixabay)
BANDUNG – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan dukungannya terhadap upaya pelaku usaha dan komunitas petani dalam meningkatkan ekspor kopi. Dalam acara ‘Peluncuran Indonesia Origin Selection: A Celebration of the Unique Coffee Traditions & Farmers Behind Your Favorite Nespresso Coffee’, Mendag menyampaikan bahwa kopi merupakan komoditas unggulan Indonesia yang berkontribusi besar bagi perekonomian.
“Kopi masih menjadi komoditas unggulan dan prioritas ekspor Indonesia. Hasil jerih payah petani dan pengusaha kopi ini sangat berkontribusi terhadap perekonomian kita,” ungkap Zulkifli melalui keterangan resmi.
Menurut Mendag, produksi kopi menunjukkan tren peningkatan dari 2019 hingga 2023, dan keberhasilan ini menjadi contoh bagi pengembangan hasil pertanian lainnya. Ia menekankan perlunya pengembangan yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah, tidak hanya untuk kopi tetapi juga untuk rempah-rempah, cokelat, dan kelapa.
Dari perspektif perdagangan global, Indonesia memiliki jaringan ekspor kopi yang luas, dengan negara tujuan utama seperti Amerika Serikat, Mesir, Malaysia, Jepang, dan Tiongkok. Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar, Indonesia berpeluang memenuhi permintaan pasar global baik untuk biji kopi mentah maupun yang telah disangrai.
Mendag Zulkifli mengapresiasi PT Nestle Indonesia atas peluncuran produk kopi kapsul Nespresso bertema “Indonesia Origin Selection.” Ia berharap peluncuran ini dapat memperkenalkan cita rasa kopi khas Indonesia secara efektif ke pasar global.
“Mendag mengapresiasi PT Nestle Indonesia yang terus mempromosikan kopi Indonesia. Kami harap, produk ini dapat meningkatkan momentum ekspor kopi kita,” tambahnya.
Mendag juga mengingatkan tentang tantangan dalam memenuhi permintaan kopi, terutama jenis spesialti dan premium, yang semakin dikritisi oleh konsumen lokal maupun internasional terkait asal usul dan praktik berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya mendukung ekspor, Kemendag membuka akses pasar melalui kesepakatan dagang dan berupaya menjalin hubungan dagang dengan negara mitra melalui berbagai skema perdagangan. Selain itu, Kemendag menyediakan pendampingan bagi eksportir untuk memperoleh sertifikasi dan menyusun rencana ekspor.
Acara peluncuran dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Duta Besar Swiss untuk Indonesia dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag.
SATUJABAR, BANDUNG – Jelang laga Persib melawan Arema Malang, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengimbau…
BANTEN, 21 April 2026 — bank bjb menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi pembangunan daerah…
Dari ribuan peserta undian Simpeda 2026, sebanyak 19 nasabah bank bjb berhasil menjadi pemenang dengan…
SATUJABAR, BANDUNG--Sebuah angkutan kota (angkot) membawa pelajar berangkat sekolah di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,…
SATUJABAR, JAKARTA - Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan…
Data Korlantas Polri menyatakan, angka kecelakaan Lebaran 2026 turun 5,75% dan tingkat fatalitas korban meninggal…
This website uses cookies.