Operasi pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tetap dilanjutkan selama 14 hari sejak kejadian, Sabtu (24/01/2026).(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tinggal menyisakan enam korban hilang yang belum ditemukan. Operasi pencarian terus dilakukan, setelah Tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan dan mengevakuasi 74 jenazah korban, 57 diantaranya sudah teridentifikasi Tim Disarter Victim Indentification (DVI) Polda Jawa Barat.
Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (02/02/2026). Memasuki hari kesepuluh sejak kejadian tanah longsor yang menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/01/2026), korban hilang yang didiga masih terkubur material longsor tinggal menyisakan enam orang.
Sejak operasi pencarian korban, Tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan dan mengevakuasi 74 kantong jenazah. Sebanyak 57 jenazah diantaranya sudah berhasil diidentifiksi Tim Disarter Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat, dan langsung diserahkan ke pihak keluarga
“Sudah 74 kantong jenazah korban tanah longsor Cisarua, ditemukan dan dievakuasi sejak operasi pencarian. Tim DVI Polda Jawa Barat sudah berhasil mengidentifikasi 57 jenazah, dan telah diserahkan kepada keluarganya masing-masing,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam keterangannya, Senin (02/02/2026).
Abdul Muhari mengatakan, data sementara berdasarkan perkembangan terakhir, Minggu (01/02/2026), hingga pukul 17.00 WIB. Tim SAR gabungan sudah membawa dan menyerahkan 74 kantong jenazah, 57 berhasil diidentifikasi, dan 17 jenazah masih dalam tahap pemeriksaan dan identifikasi di Posko Tim DVI di Puskesmas Desa Pasirlangu.
Operasi pencarian enam korban hilang yang diduga masih tertimbun material longsor, dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Jumlah alat berat ditambah mengerahkan 18 unit, dengan jangkauannya titik pencarian diperluas.
Abdul Muhari mengungkapkan, kekuatan Tim SAR gabungan yang terlibat dari berbagai unsur. berjumlah 3.229 personel. Mereka bekerja dengan semangat tinggi tanpa menyerah untuk bisa menemuman seluruh korban, meski cuaca kadang kurang bersahabat, hujan intensitas ringan hingga tinggi cukup menyulitkan pencarian.
“Seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini, mulai Basarnas, TNI, Polri, BNPB, Kementerian, lembaga lainnya, dan para relawan, terus bekerja secara profesional dan penuh dedikasi dalam misi kemanusiaan ini,” ungkap Abdul Muhari.
Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat 159 jiwa dari 49 kepala keluarga (KK) masih bertahan di lokasi pengungsian sementara. BNPB telah menyalurkan bantuan berupa 200 paket sembako, 200 paket makanan siap saji, 200 matras, 50 paket alat kebersihan, dua unit toilet portable, satu genset, satu pompa air, serta 100 selimut, sebagai kebutuhan dasar pengungsi.
SATUJABAR, QINGDAO CHINA – Tim putri Indonesia kandas di babak semifinal Badminton Asia Team Championship…
SATUJABAR, TASIKMALAYA--Polres⁰ Tasikmalaya, Jawa Barat, bergerak cepat mengungkap kasus penculikan bayi berusia dua bulan, yang…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Sabtu 7/2/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.920.000…
SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 43 pejabat pimpinan tinggi pratama…
SATUJABAR, JAKARTA - Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial…
SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati keputusan Moody's Investors Service (Moody's) yang mempertahankan…
This website uses cookies.