(Foto: KONI Pusat)
SATUJABAR, BOGOR – Peningkatan prestasi nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga di Indonesia, namun dibutuhkan dukungan serta sinergitas berbagai pihak, terutama sekolah.
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Madinah, menjadi salah satu yang memiliki program Kelas Olahraga yang resmi diluncurkan pada Sabtu tanggal 14 Februari 2026, di Aula Aysha SIT Al-Madinah, Kabupaten Bogor.
Program kelas olahraga fokus pada cabang olahraga basket, futsal, bulu tangkis dan renang. Semuanya cabang olahraga Olimpiade yang dibutuhkan untuk mewujudkan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto tentang prestasi olahraga dan target Indonesia emas, masuk peringkat lima besar pada Olimpiade 2044.
Pembinaan harus dimulai sejak usia dini. Adapun SIT Al-Madinah yang luasnya 4 hektar mengelola pendidikan berjenjang dari TK. Artinya atlet bisa dijaring sejak usia dini dan kemudian dibina terus hingga remaja.
Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap empat cabang olahraga. Ke depan, kelas olahraga di SIT Al-Madinah dapat menjadi motivasi dan rujukan karena melahirkan atlet nasional berprestasi dunia.
Amanah UU No 11/2022 tentang Keolahragaan tentang cabang olahraga unggulan dapat dilaksanakan di setiap daerah dengan menggandeng sekolah.
Penerapan Sport Science terkini juga harus diterapkan di Kelas Olahraga. Terkait itu, sekolah juga dapat menjalani kerja sama dengan perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan KONI Pusat. Salah satunya yang tergabung Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).
Dalam Grand Launching Kelas Olahraga SIT Al-Madinah, kehadiran Ketum KONI Pusat diwakili Wasekjen Brigjen TNI Purn H. Ahmad Saefudin.
“Saya memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada SIT Al-Madinah atas dibukanya program Kelas Olahraga sebagai bagian dari penguatan pembinaan atlet usia dini berbasis pendidikan,” ungkap Ahmad Saefudin dilansir laman KONI Pusat.
“Diluncurkannya program Kelas Olahraga ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan besar terhadap prestasi olahraga nasional dari berbagai pemangku kepentingan olahraga termasuk bidang akademis,” lanjutnya.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarka program Gapura Panca Waluya sebagai target pendidikan Jawa Barat, agar ketika pra siswa lulus dari sekolah memiliki kompetensi yang baik dan maksimal,” kata Kepala Cabang Dinas Wilayah I Pendidikan Provinsi Jawa Barat, H. Cucu Salman, M.Ag.
“Tentunya kami sangat mendukung pelaksanaan ini, saya berharap dengan program kelas olahraga ini kita bisa melahirkan atlet terbaik asal Bogor yang mendunia, dan mensukseskan Indonesia emas tahun 2044,” sambungnya.
Perwakilan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Analisis Kebijakan Ahli Utama Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Dr. Dwijayanto Sarosa Putera, mengatakan bahwa olahraga memiliki peran besar dalam kehidupan.
“Olahraga bukan hanya soal fisik, tetapi juga instrumen penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), melalui Kelas Olahraga, kita menanamkan nilai sportivitas, mental yang kuat, dan kerendahan hati,” katanya.
“Program ini memastikan Al-Madinah memiliki keseimbangan antara pembinaan fisik dan pendidikan terpadu, sekaligus menjaga keberlanjutan generasi atlet serta mencetak prestasi secara berkelanjutan,” ungkap Dr. Dwijayanto Sarosa Putera.
Prestasi tidak hadir secara langsung, namun membutuhkan proses yang panjang, proses pembinaan atlet usia dini tidak boleh terhenti agar mata rantai regenerasi atlet tidak terputus. Di sini para siswa dididik untuk berkompetisi dengan sportif di lapangan, namun tetap bersahabat di luar lapangan.
“Besar harapan kami agar Al-Madinah dapat menjadi percontohan nasional dalam sinergi dunia pendidikan dan olahraga, serta mampu melahirkan atlet-atlet berkelas dunia,” lanjut Dr. Dwijayanto Sarosa Putera.
Program Kelas Olahraga dirancang sebagai model pendidikan terpadu yang mengombinasikan pembinaan akademik, karakter keislaman, dan pengembangan prestasi olahraga secara berkelanjutan.
Tujuannya untuk memberikan pengalaman nyata kepada para siswa melalui interaksi langsung dengan atlet-atlet berprestasi nasional, sekaligus menyiapkan jalur pembinaan atlet jangka panjang (athlete pathway) yang terstruktur sejak usia dini.
SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Bangsawan Expo (Bandung Jaga Kesehatan…
"If you can read this, thank a teacher." Sebuah pepatah dari Amerika yang menggambarkan betapa…
SATUJABAR, BOGOR – Kolaborasi dijalin antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan PT LRT Jakarta. Keduanya…
SATUJABAR, SUMEDANG – Jalan Lingkar Utara Jatigede ditutup sementara menyusul longsor tebing yang menutup jalan.…
SATUJABAR, BANDUNG – Ada-ada saja ulah penjahat sekarang. Segala macam diulik untuk mengelabui warga seperti…
SATUJABAR, JAKARTA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan apresiasi besar atas terselenggaranya Pertandingan…
This website uses cookies.