Bencana angin kencang akibatkan pohon tumbang di Cirebon.(Foto: Istimewa)
BANDUNG – Kejadian dan penanganan bencana hingga 10 Februari 2025 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didominasi bencana hidrometeorologi yang merupakan bencana yang terjadi di Indonesia.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (10/2), peristiwa seperti banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang terjadi di empat kabupaten dan kota dari empat provinsi.
Bencana pertama terjadi di Kota Jakarta Barat, Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Pada Jumat (7/2), hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan banjir di beberapa kelurahan di Kecamatan Cengkareng, Grogol Petamburan, dan Kalideres. Banjir ini melanda delapan kelurahan, yaitu Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kapuk, Kedaung Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Pegadungan, dan Tegal Alur, serta berdampak pada 86 kepala keluarga (KK) atau sekitar 310 jiwa yang terpaksa mengungsi.
Banjir dilaporkan sudah surut pada Minggu (9/2) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan permakanan bagi warga terdampak dan bersiaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, akibat hujan ringan hingga lebat disertai angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah tersebut. Tiga kampung di Kecamatan Siluq Ngurai, yakni Kampung Tendiq, Bentas, dan Ponak, terdampak banjir, menggenangi 122 KK atau 388 jiwa. Selain itu, lima bangunan pemerintahan dan tiga akses jalan warga juga terendam. Banjir yang terjadi sejak sepekan lalu ini dilaporkan sudah berangsur surut pada Minggu (9/2), namun BPBD setempat masih tetap bersiaga.
Di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, cuaca ekstrem berupa angin kencang terjadi pada Sabtu (8/2) dan Minggu (9/2), menyebabkan kerusakan pada 15 unit rumah warga dan pohon tumbang yang menutup akses jalan di 10 desa dan kelurahan dari enam kecamatan. BPBD Sumbawa Barat telah melakukan penanganan dengan mendistribusikan bantuan logistik dan melakukan asesmen di lokasi kejadian.
Angin kencang juga terjadi di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (9/2), yang menyebabkan dua orang luka-luka, 12 rumah rusak ringan, dan 20 titik pohon tumbang yang mengganggu akses jalan di 12 desa dan kelurahan dari tujuh kecamatan. BPBD Lumajang telah mengirimkan tim reaksi cepat untuk melakukan pembersihan material dan asesmen bersama tim gabungan.
Melihat rentetan peristiwa bencana hidrometeorologi yang masih terus terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk selalu bersiaga dan meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi bencana. Beberapa langkah mitigasi dan pencegahan yang bisa dilakukan antara lain memantau kondisi tanggul, membersihkan saluran air, menyiapkan pompa air atau tempat penampungan air, serta menyusun rencana kedaruratan untuk mempersiapkan lokasi evakuasi, logistik, dan peralatan penanganan bencana.
SATUJABAR, JAKARTA--Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan di tahun 2025, tercatat mencapai 4.472 kasus. Dari data…
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mampu mengatasi perlawanan pemain asal…
SATUJABAR, BOGOR--Polisi mendatangi lokasi tambang PT Antam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memastikan penyebab…
SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia…
SATUJABAR, JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 menurun. Pada periode…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Kamis 15/1/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.675.000…
This website uses cookies.