Si jago merah yang membakar wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (27/8) (Foto: BPBD Kabupaten Lumajang.
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tepat. Berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat (Dit. Koordalops) BNPB periode Jumat (28/8) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB, kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi kejadian bencana di tanah air.
Menurut BNPB, kejadian pertama dari Provinsi Sulawesi Selatan, yang mana lahan seluas dua hektare dilalap “si jago merah” di Kabupaten Pinrang, pada hari Jumat (28/8). Lokasi titik api diketahui di Maccorawalie yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Watang Sawitto. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang bersama tim gabungan lintas instansi bergotong royong melakukan pemadaman api di lokasi. Kondisi mutakhir yang dilaporkan pada Jumat (28/8) api berhasil dipadamkan dan kondisi area terdampak sudah aman.
Adapun penyebab kejadian masih dalam penyelidikan oleh pihak yang berwenang. Dalam hal ini, pemerintah daerah setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat dan seluruh pihak untuk menjaga lingkungan agar kebakaran serupa tidak terjadi di tempat lain.
Sementara itu di Sulawesi Tengah, bencana alam banjir melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat (28/8) pukul 05.30 WITA.
Banjir berdampak pada lima desa di Kecamatan Kasimbar, yaitu Desa Labuan Donggulu, Laemanta, Peningka, Lemanta Utara dan Kasimbar. Sebanyak 190 Kepala Keluarga terdampak akibat kejadian ini.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat serta memobilisasi alat berat untuk membersihkan jalur trans Sulawesi.
Selanjutnya di Provinsi Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Banyumas pada Kamis (27/8), dengan luas lahan terbakar sekitar 1,5 hektare. Lokasi kebakaran berada di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo.
Petugas gabungan di lapangan telah melakukan penanganan dan si jago merah berhasil dipadamkan pada Jumat (28/8). BNPB bersama pemerintah daerah setempat mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat tetap meningkatkan pemantauan di wilayah rawan kebakaran, terutama pada lahan kering, serta memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Berlangsungnya musim kemarau yang memicu suhu panas dan terik matahari berkepanjangan telah menyebabkan terbakarnya lahan kering di Blok/Petak Pangonan Cilik BBTN Bromo. Luas lahan terbakar sekitar 13 hektare dan menyebabkan sebanyak 170 pendaki terjebak di wilayah Ranukumbolo lokasi pada Kamis (27/8).
Titik api tersebut berada di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Desa Ranupane dan Desa Argosari di Kecamatan Senduro. Kondisi terkini yang dilaporkan pada Jumat (28/8) masih terdapat titik api di atas pos 4 dan akan segera ditangani, serta 170 pendaki yang berada di Ranukumbolo telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan telah berada di Kantor Resort Ranupane.
BNPB mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan, tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat memicu api secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat patroli dan pemantauan wilayah rawan, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta mempercepat penanganan apabila kebakaran mulai terdeteksi.
BNPB menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Kecepatan informasi dari masyarakat kepada pemerintah daerah, respons petugas di lapangan, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, serta senantiasa waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
BNPB bersama pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi dan mendorong penguatan upaya pencegahan serta kesiapsiagaan di wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana. Langkah antisipasi sejak dini diharapkan dapat meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat, lingkungan, serta aktivitas sosial dan ekonomi.
CIBINONG – Car Free Day (CFD) Tegar Beriman tidak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga…
JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan bagi operator menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah…
Desa Wisata Bogor yakbi Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara masuk Top 15 Desa/Kampung…
LABUAN BAJO - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat…
JAKARTA - Ribuan pelari memadati kawasan jalan di depan Istana Merdeka, Jakarta, sejak Sabtu pagi…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 29/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
This website uses cookies.