Berita

Kecelakaan Maut Indramayu, Korlantas Polri Terjunkan Tim Traffic Accident Analysis

SATUJABAR, INDRAMAYU – Korlantas Polri menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara ilmiah guna mengungkap penyebab kecelakaan maut di Kabupaten Indramayu, Senin (13/7).

Kecelakaan maut Indramayu yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) di Jalan Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, itu mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.

Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni satu mobil pikap dan dua truk. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat mobil pikap berhenti di lajur kanan jalan dengan maksud berputar arah. Nahas, dari arah belakang, pikap tersebut dihantam truk Hino wing box hingga terdorong masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, sebuah truk lain yang datang dari arah depan kembali menabrak mobil pikap. Akibat benturan beruntun tersebut, para penumpang mobil pikap terpental dan bergelimpangan di badan jalan.

Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data dan Informasi Lalu Lintas (Kasi Pullahjianta) Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Sandhi Wiedyanoe mengatakan tim TAA diterjunkan atas perintah pimpinan Korlantas Polri untuk mendukung penyidikan yang dilakukan Polres Indramayu sekaligus membuat terang penyebab kecelakaan.

“Kedatangan kami ke sini (Tempat Kejadian Perkara) atas perintah pimpinan untuk membantu Polres Indramayu dalam membuat terang perkara kecelakaan lalu lintas dan menentukan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian ini,” kata AKBP Sandhi dilansir laman Korlantas Polri.

Seluruh korban telah diidentifikasi. AKBP Sandhi menyebut Polres Indramayu juga telah melakukan tindakan pertama di lokasi kejadian sesuai prosedur sehingga proses identifikasi korban, pelayanan kepada keluarga, hingga pengurusan administrasi santunan Jasa Raharja dapat berjalan dengan baik.

Untuk mendukung penyidikan, tim TAA menggunakan metode scientific investigation berbasis artificial intelligence (AI). Tim membawa kamera 3D berteknologi LiDAR yang mampu memetakan kondisi lokasi secara menyeluruh serta drone untuk mengambil gambar dari udara.

“Kami membawa kamera 3D dengan teknologi LiDAR atau laser yang dapat menangkap seluruh kondisi lingkungan di lokasi kejadian. Kami juga membawa drone untuk mengambil gambar dari sisi atas,” ujar AKBP Sandhi.

Menurutnya, hasil analisis tersebut akan menghasilkan video rekonstruksi yang menggambarkan kondisi sebelum kecelakaan, saat kecelakaan berlangsung, hingga setelah kejadian.

“Hasil analisis berbasis AI nantinya berupa video rekonstruksi sesuai kejadian sebenarnya. Hasil ini akan menjadi bagian dari proses penyidikan untuk memberikan keyakinan kepada jaksa penuntut umum maupun hakim,” katanya.

AKBP Sandhi menargetkan hasil analisis TAA dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari.

“Kami targetkan dua sampai tiga hari hasilnya sudah selesai. Namun, TAA ini tetap harus didukung hasil pemeriksaan yang dilakukan Polres Indramayu,” ujarnya.

Penyidikan dilakukan secara simultan oleh Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, dan Korlantas Polri. Hingga kini, penyidik telah memeriksa empat saksi yang terdiri atas dua sopir dan dua warga untuk mendalami kronologi sebelum, saat, dan setelah kecelakaan.

Selain 12 korban meninggal dunia, enam korban lainnya mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya masih menjalani tindakan operasi di rumah sakit.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, AKBP Sandhi menyebut kecelakaan dipicu oleh adanya pelanggaran lalu lintas. Besarnya jumlah korban dipengaruhi penggunaan mobil bak terbuka yang tidak sesuai peruntukannya.

“Kecelakaan ini disebabkan oleh pelanggaran. Yang menyebabkan banyak korban jiwa adalah karena mobil bak dimanfaatkan tidak sesuai peruntukannya. Seharusnya kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut barang, bukan orang,” tegas AKBP Sandhi.

 

AKBP Sandhi mengimbau masyarakat tidak lagi menggunakan mobil bak terbuka sebagai angkutan penumpang karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.

“Tantangan terbesar kami adalah mengubah budaya masyarakat. Karena itu, edukasi dan sosialisasi mengenai keselamatan harus dilakukan secara masif bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Sandhi mewakili Korlantas Polri juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan sembilan lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami mewakili pimpinan Korlantas Polri menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para korban. Kami mendoakan semoga keluarga diberikan kekuatan,” kata AKBP Sandhi.

Editor

Recent Posts

Takeda Investasi US$ 30 Juta Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia

SATUJABAR, JAKARTA - Takeda menjadi mitra strategis Kementerian Kesehatan untuk membangun ekosistem Produk Obat Derivat…

11 menit ago

Japan Open 2026: Pemain Indonesia Siap Tampil Optimal

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

3 jam ago

Pembayaran Manfaat Pensiun Usai Putusan MK

SATUJABAR, JAKARTA - Pembayaran manfaat pensiun sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 139/PUU-XXIII/2025…

3 jam ago

Tahun Ajaran Baru, Siswa Kota Bogor Tanam Pohon

SATUJABAR, BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta siswa baru di setiap jenjang pendidikan pada…

4 jam ago

Rudy Susmanto Pastikan Sekolah di Rakyat Jasinga Optimal

SATUJABAR, CIBINONG – Rudy Susmanto Bupati Bogor, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan…

4 jam ago

Disaksikan Menpora Erick, Mitchell Lee Baker Resmi Jadi WNI

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghadiri pengambilan sumpah/janji setia pewarganegaraan…

12 jam ago

This website uses cookies.