UMKM

KDMP Cipelang Kab. Bogor Masuk Percontohan Nasional

CIBINONG –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong dan mendukung pengembangan inovasi yang dilakukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), termasuk inovasi pengelolaan limbah yang dilakukan KDMP Cipelang. Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian koperasi desa sekaligus mendorong agar potensi ekonomi dan sumber daya yang ada di masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Pemkab Bogor juga mendorong KDMP di seluruh wilayah Kabupaten Bogor untuk tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi, tetapi mampu menghadirkan berbagai inovasi sesuai potensi desa masing-masing. Inovasi KDMP Cipelang dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi dinilai dapat menjadi contoh bahwa koperasi desa dapat tumbuh melalui kreativitas, kolaborasi, serta pemanfaatan potensi lokal.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, berhasil menjadi salah satu koperasi yang dijadikan percontohan nasional dalam pengelolaan limbah berbasis koperasi. Inovasi tersebut dilakukan dengan mengolah sampah plastik menjadi paving block serta sampah organik menjadi pupuk kompos.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, mengatakan inovasi yang dilakukan KDMP Cipelang menjadi bukti bahwa koperasi desa dapat mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masyarakat.

Menurutnya, KDMP Cipelang yang dipimpin Rita Puspita Sari sebagai ketua koperasi terus bergerak menjalankan berbagai program tanpa menunggu adanya dukungan pembiayaan langsung dari pemerintah pusat.

“KDMP Cipelang ini dipimpin oleh seorang penggerak kepemudaan, yaitu Rita Puspita Sari. Dia sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih yang begitu gigih melaksanakan program-program daripada Pak Presiden Prabowo,” ujar Iman, pada Rabu (19/8) dilansir laman Pemkab Bogor.

Iman menjelaskan, KDMP Cipelang memanfaatkan potensi masyarakat, termasuk dengan mengumpulkan dan memasarkan berbagai produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Desa Cipelang.

Selain mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, KDMP Cipelang juga melakukan inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Sampah plastik, tali rafia dan berbagai limbah lainnya diolah menjadi batako atau paving block. Sementara sampah rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos melalui sejumlah tahapan, mulai dari penggilingan, penghancuran, fermentasi hingga proses pengeringan.

“Yang dilakukan ini sangat positif. Mereka bergerak menggunakan hasil dan potensi yang dimiliki warga. Walaupun nantinya ada alokasi anggaran, mereka tidak menunggu pembiayaan tersebut. Mereka langsung melakukan terobosan dan mengembangkan usaha yang bisa dijalankan dengan potensi yang ada,” jelasnya.

Menurut Iman, inovasi tersebut mendapat perhatian dari Kementerian Koperasi. KDMP Cipelang bahkan dipercaya menjadi salah satu percontohan pengelolaan limbah dalam kegiatan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Pada saat penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup, Rita diajak oleh Kementerian Koperasi untuk memamerkan produk hasil pengolahan limbah lingkungan yang dikelolanya,” katanya.

Ia menilai, capaian KDMP Cipelang menunjukkan bahwa koperasi desa tidak hanya memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mengatasi persoalan lingkungan.

“Ini menunjukkan bahwa koperasi desa bisa bergerak tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga ikut menyelesaikan persoalan lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KDMP Cipelang sekaligus Ketua Harian Forum KDMP Kabupaten Bogor, Rita Puspita Sari, mengatakan KDMP Cipelang telah dua kali mendapat kesempatan menjadi percontohan di tingkat nasional.

“Kali ini khusus untuk pengelolaan limbah sampah. KDMP Cipelang terpilih menjadi salah satu dari dua KDMP se-Indonesia yang menjadi percontohan pengelolaan limbah sampah. Satu lainnya berasal dari Kabupaten Bandung,” ujar Rita.

Sebelumnya, KDMP Cipelang juga mendapat kesempatan mengikuti kegiatan bersama Kementerian Koperasi di Gelora Bung Karno (GBK). Rita berharap inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan KDMP Cipelang dapat dikembangkan oleh koperasi desa lainnya, khususnya di Kabupaten Bogor maupun di berbagai daerah di Indonesia.

“Harapan saya, program pengolahan sampah ini bisa menjadi percontohan bagi KDMP di seluruh Indonesia sesuai dengan harapan Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh pengurus KDMP di Kabupaten Bogor untuk terus berinovasi dan tidak hanya mengandalkan dukungan pembiayaan dari pemerintah.

Editor

Recent Posts

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Febri/Trias ke Perempatfinal

JAKARTA - Kejuaraan Dunia BWF 2026 bergulir hari Senin (17/8) hingga Minggu (23/8) di Indira…

1 jam ago

Dari Kekayaan Alam Menjadi Inovasi Berbasis Sains, ParagonCorp Eksplorasi Potensi Nilam Aceh untuk Kosmetik

ParagonCorp dan ARC USK mendorong eksplorasi bahan alam Indonesia agar tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi…

2 jam ago

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Rachel/Febi Melaju ke Perempatfinal

JAKARTA - Kejuaraan Dunia BWF 2026 bergulir hari Senin (17/8) hingga Minggu (23/8) di Indira…

3 jam ago

Bank Indonesia Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026

JAKARTA - Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha…

3 jam ago

2 Pencuri Pipa Pertamina Senilai Rp.2,3 Miliar di Indramayu Ditangkap.

SATUJABAR, INDRAMAYU--Polres Indramayu, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus pencurian pipa besi milik PT Pertamina senilai…

3 jam ago

Pabrik Kina Bandung, Salah Satu Tonggak Industri Farmasi Indonesia

Kawasan Pajajaran, Cicendo, menyimpan salah satu jejak penting dalam perjalanan industri farmasi di Indonesia. Eks…

3 jam ago

This website uses cookies.