Youtuber Muhammad Adimas Firdaus alias 'Resbob', terdakwa ujaran kebencian menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Muhammad Adimas Firdaus alias ‘Resbob’ dituntut hukuman selama 2 tahun 6 bulan kurungan penjara dalam sidang tuntutan kasus ujaran kebencian, yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai, Youtuber sekaligus Streamer tersebut, terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap Suku Sunda di media sosial melalui akun ‘Resbob’.
Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (13/04/2026), Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sukanda menegaskan, perbuatan terdakwa Muhammad Adimas Firdaus alias ‘Resbob’, telah memenuhi unsur pidana sesuai dengan dakwaan yang telah disusun oleh tim jaksa. Youtuber sekaligus Streamer tersebut, dinilai JPU secara sah dan meyakinkan melakukan ujaran kebencian terhadap Suku Sunda di media sosial melalui akun ‘Resbob’.
Tuntutan terhadap terdakwa, menjadi puncak dari kemarahan masyarakat Jawa Barat dan netizen atas pernyataan ‘Resbob’ dalam siaran langsungnya di media sosial, memicu kemarahan masyarakat Jawa Barat.
“Kita tuntut sesuai dengan dakwaan, yakni Pasal 243 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) yang baru. Kemudian untuk pidananya kita tuntut selama 2 tahun 6 bulan kurumgan penjara,” ujar Sukanda usai sidang.
JPU menganggap tindakan Resbob yang mengeneralisasi kebencian terhadap suku tertentu di ruang digital, merupakan pelanggaran serius karena bisa mengganggu stabilitas sosial. Sementara kuasa hukum terdakwa, Fidelis Giawa, menyatakan keberatan atas tuntutan JPU.
Menurut Fidelis, JPU telah mengabaikan fakta-fakta meringankan yang muncul selama persidangan berlangsung. Tidak ada pertimbangan mengenai iktikad baik dari kliennya.
“Sama sekali tidak dipertimbangkan dua hal yang sudah pasti. Terdakwa telah menghapus konten yang memuat ucapan kebencian, bahkan sebelum ada laporan,” sesal Fidelis.
Fidelis menjelaskan, fakta persidangan konten sudah dihapus 09 Desember 2025. Sedangkan laporan polisi (LP) yang dibuat oleh rekan-rekan dari aliansi Sunda Ngahiji maupun dari Viking Persib, dibuat setelahnya, 11 Desember 2025,” jelas Fidelis.
Fidelis menilai, tuntutan 2 tahun 6 bulan kurungan penjara terlalu berat tanpa mempertimbangkan upaya permintaan maaf yang telah disampaikan kliennya secara terbuka di media sosial.
Kasus ujaran kebencian terhadap Suku Sunda bermula pada Desember 2025 lalu, saat Muhammad Adimas Firdaus alias “Resbob’ melakukan siaran langsung, atau live streaming di media sosial. Dalam tayangannya, ‘Resbob’ mengungkapkan ujaran kebencian yang awalnya menyasar Supporter Persib, Viking, hingga melebar menjadi penghinaan terhadap Suku Sunda.
Ujaran tersebut sontak memicu reaksi keras dan kemarahan netizen, khususnya masyarakat Jawa Barat. Pada 12 Desember 2025, berbagai komunitas, mulai dari advokat Cepi Hendrayani, Rumah Aliansi Sunda Ngahiji, hingga Ketua Viking Persib, secara resmi melaporkan ‘Resbob’ atas ujaran kebenciannya ke Polda Jawa Barat.
‘Resbob’ yang kemudian diburu polisi, melarikan diri dengan berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran. Tim Direktorat Reserse Siber (Dirressiber) Polda Jawa Barat melakukan perburuaan hingga lintas provinsi, mulai dari Jakarta, Surabaya, Jawa Timur, Surakarta, hingga ‘Resbob’ akhirnya berhasil diringkus di sebuah desa di wilayah Semarang, Jawa Tengah, pada 15 Desember 2025.
‘Resbob’ kemudian dibawa ke Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat, dan saat menjalani pemeriksaan, berdalih khilaf telah melontarkan kata-kata kasar sebagai ujaran kebencian di media sosial, karena sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Selain harus mempertanggungjwabkan perbuatan pidananya, ‘Resbob’ juga dijatuhi sanksi drop out (DO) dari tempat kuliahnya di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya.
SATUJABAR, SURABAYA – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) secara resmi membuka rangkaian Hydroplus Sirkuit Nasional…
SATUJABAR, JAKARTA – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan…
SATUJABAR, SUBANG – Korlantas Polri terus melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, guna…
SATUJABAR, BANDUNG - Sepanjang Triwulan I 2026, layanan darat–udara KAI Group yang mencakup kereta bandara…
SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggulirkan program padat karya tematik dan pelatihan…
SATUJABAR, BANDUNG – Sebanyak 85 lembaga konservasi telah diundang untuk mengikuti proses seleksi dalam kerangka…
This website uses cookies.